Ini Beberapa Isi Pameran “Pamor Sang Pangeran”  29 Oktober 2020  ← Back



Jakarta, Kemendikbud --- Pameran modern “Pamor Sang Pangeran”, yang digelar selama satu bulan ini akan mengenang jasa dan kehidupan Pahlawan Nasional Pangeran Diponegoro. Pameran ini merupakan rangkaian acara Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2020. Pameran yang menyasar kaum muda tersebut menyajikan sejarah lewat media baru, agar generasi masa kini tetap mengenal sejarah bangsa dan jasa para pahlawan dengan cara yang menarik.
 
Salah satu benda pusaka yang akan dipamerkan adalah Keris Kyai Nogo Siluman milik Pangeran Diponegoro. Sebagai catatan, selama dua abad, keris tersebut berada di Museum Volkenkunde di Leiden, Belanda. Namun, telah dikembalikan oleh Raja Belanda Willem Alexander pada masa kunjungannya ke Indonesia Maret 2020 lalu.
 
“Di sini kami menyajikan pameran yang tidak sekadar memamerkan koleksi, tapi juga menarik generasi muda. Contohnya, kami menyajikan dongeng atau storytelling kisah kehidupan Pangeran Diponegoro dalam bentuk video-mapping dan komik yang akrab bagi kaum muda,” jelas Kurator Museum Nasional, Nusi Lisabilla. 
 
Tak hanya keris Pangeran Diponegoro, sejumlah benda pusaka bersejarah lain seperti pelana kuda dan tombak pun akan dipamerkan. Tak ketinggalan, berbagai foto, sketsa, dan lukisan hasil karya para seniman nusantara dari tahun 1807 hingga 2019 akan dipamerkan. Kuda legendaris kesayangan Pangeran Diponegoro pun, Kanjeng Kyai Gentayu, akan tampil secara hologram dalam pameran ini. Kuda berwarna hitam legam dengan bulu-bulu putih di kaki-kakinya ini adalah pemberian dari Eyang Sang Pangeran saat Pangeran Diponegoro akil balig.
 
Salah satu kurator pameran sekaligus sejarawan asal Inggris yang ahli di bidang Sejarah Indonesia Modern, Peter Carey menceritakan ketegaran Pangeran Diponegoro saat diasingkan ke Makasar dan Manado. Oleh karenanya dengan mengenal perjuangan beliau, ia berharap generasi muda bisa mengambil pelajaran untuk tetap optimis dan berjuang melawan pandemi.
 
Di akhir pidatonya Yudi Wahyudin mengemukakan harapannya agar pameran ini bisa menjadi semangat dan penyegar di masa pandemi ini. “Mudah-mudahan, dengan pendekatan-pendekatan yang (lebih menarik) seperti ini bisa merangkul berbagai pihak, (sehingga) kita bisa gotong-royong memajukan budaya Indonesia,”" tutup Yudi.*** (Denty A./Aline R.)
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 1828 kali