150 Naskah Penelitian pada Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia Masuki Tahap Akhir  04 November 2020  ← Back



Bandung, Kemendikbud --- Kompetisi Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia (KoPSI) telah dibuka Selasa (3/11). Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Puspresnas Kemendikbud selaku Ketua Panitia KoPSI 2020, Asep Sukmayadi, mengatakan, seleksi KoPSI dilaksanakan melalui beberapa tahap. Tahap pertama adalah review proposal yang dikirimkan oleh peserta sebanyak 1.740 proposal penelitian. Dari 1.740 proposal tersebut terseleksi sebanyak 1.298 naskah penelitian.
 
Selanjutnya, dari 1.298 naskah penelitian diseleksi kembali menjadi 150 naskah penelitian ke tingkat nasional. Saat ini terdapat 283 siswa finalis dari 87 SMA dan 25 MA dari 26 Provinsi di Indonesia yang akan mengikuti seleksi tahap akhir yaitu seleksi pameran, presentasi, dan wawancara. “Bahkan dari para finalis ini terdapat 10 siswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP). Ini membuktikan, berbagai tantangan dalam hidup kita tidak menjadi penghalang untuk berprestasi,” terang Asep. 
 
Pelaksanaan seleksi tahap akhir ini dilaksanakan pada tanggal 2 - 7 November 2020 secara virtual. Bidang ilmu yang dilombakan ada tiga, yaitu matematika, sains, dan teknologi (MST); fisika terapan, dan rekayasa (FTR); dan ilmu sosial dan humaniora (ISH). Selain lomba, aktivitas lain yang merupakan rangkaian pelaksanaan KoPSI adalah ‘Workshop Meneliti Itu Seru’ yang menghadirkan beberapa narasumber di bidang penelitian.
 
Asep menambahkan, workshop ini bertujuan untuk memberikan semangat pantang menyerah dan wawasan penelitian. “Diharapkan, para finalis KoPSI ke  depannya menjadi peneliti muda Indonesia yang mampu menggerakkan potensi daerahnya sendiri melalui riset dan inovasi, meningkatkan nilai tambah bagi daerahnya serta  memiliki kemampuan untuk menyelesaikan tantangan yang dihadapi,” tutur Asep.
 
KoPSI berfokus untuk menumbuhkan karakter ilmiah melalui kegiatan kompetisi. Di dalamnya terdapat serangkaian kegiatan guna mengembangkan kemerdekaan berpikir guru dan siswa untuk terus meneliti. KoPSI digelar sebagai agenda penting Puspresnas Kemendikbud dalam rangka membangun manusia Indonesia yang berkarakter kreatif dan inovatif. KoPSI merupakan pengembangan dari kegiatan yang sebelumnya bernama Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) yang telah berlangsung dari tahun 2009.
 
Kesuksesan KoPSI tidak lepas dari kontribusi berbagai pihak, antara lain komunitas alumni KoPSI yang tergabung dalam Asosiasi Peneliti Muda Indonesia (APMI), para guru pembimbing, para orang tua hebat yang selalu mendampingi dan memotivasi putra-putrinya untuk tetap bersemangat positif.
 
Salah satu peserta yang berkesempatan memberi testimoni tentang keikutsertaannya mengikuti KoPSI yaitu siswa dari MAN Kota Mojokerto, Jawa Timur, Cinta Bella menyatakan, “Dengan mengikuti KoPSI, banyak manfaatnya, wawasan bertambah, relasi semakin luas karena bisa bertemu dengan orang-orang hebat di seluruh Indonesia.” Cinta yang mengambil bidang lomba Ilmu sosial dan humaniora itu mengambil judul penelitian ‘Kesantunan Berbahasa Siswa dalam Berinteraksi dengan Guru melalui Whatsapp di Masa Pandemi Covid-19’.
 
Peserta lainnya yang juga mengambil bidang lomba Ilmu sosial dan humaniora, berasal dari SMAN 1 Nabire, Papua. Siswa yang disapa Ruth ini mengaku cukup grogi untuk mengikuti kompetisi namun ia mempersiapkan diri dengan belajar sungguh-sungguh agar bisa memberikan prestasi terbaiknya.
 
Tak ketinggalan, siswa dari SMAN Unggul Subussalam, Aceh, R. Sultan Fauzi yang juga mengikuti bidang lomba ilmu sosial dan humaniora ini menceritakan judul penelitiannya adalah ‘Pemanfaatan Aplikasi TIK TOK sebagai Video Media Pengenalan Tari Tradisional Nusantara’.
 
“Saya senang bisa berpartisipasi, berkompetisi secara nasional dengan peneliti muda se-Indonesia sehingga di masa depan saya punya bekal penelitian,” ungkapnya.
 
Menurut Asep, peran guru dan keluarga sangat besar untuk mendukung kesuksesan putra-putrinya meraih prestasi. “Keluarga merupakan tiang dan perlindungan pertama putra-putri kita untuk mendapatkan rasa aman sehingga mampu menatap masa depan yang lebih cerah”. (Denty A./Aline R.)
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 1501 kali