Bukti Ketaut-suaian antara Satuan Pendidikan Vokasi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri  27 November 2020  ← Back



Metro, Lampung, 26 November 2020 --- Salah satu bagian dari kegiatan Gebyar Pendidikan Vokasi Menara Lampung adalah diadakannya Gelar Karya Vokasi. Acara ini diselenggarakan di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Aidea Indonesia, Kota Metro, Lampung yakni sebuah LKP yang berfokus pada bidang perhotelan.
 
Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI), Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Ahmad Saufi mengatakan, ketaut-suaian (link and match) antara satuan pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri sangat penting. “Ini merupakan keniscayaan,” ucapnya saat memberikan sambutan pada Kamis (26/11).
 
Peresmian Gelar Karya Vokasi dilakukan oleh Direktur Mitras DUDI didampingi oleh Koordinator Bidang Kursus dan Pelatihan, M. Nuch Rahardjo serta Kelompok Forum LKP Lampung.
 
Selepas pengguntingan pita yang menandai peresmian kegiatan, Direktur Ahmad Saufi mengunjungi 21 stan Gelar Karya Vokasi. Beragam stan tersebut menampilkan empat bidang prioritas pendidikan vokasi yaitu hospitality, ekonomi kreatif, care service, permesinan dan kontruksi.
 
“Wah, ini ide yang sangat menarik dan kreatif sekali,” ucap Ahmad Saufi sambil terkagum mengamati ukiran model grafir wajah dirinya dan juga Dirjen Pendidikan Vokasi, Kemendikbud, Wikan Sakarinto. Ukiran ini dibuat dari buah semangka utuh dan bertempat di stan LKP Smart Global Education dari Kota Metro.
 
Lebih lanjut, Ahmad Saufi melakukan dialog interaktif dengan para peserta dari berbagai stan Gelar Karya Vokasi. Salah satu stan dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Metro menarik perhatian karena dapat menciptakan karya Teaching Factory berupa mesin daftar hadir/absensi. Karya ini menggunakan konsep Internet of Things (IoT) dengan memakai kartu Radio-frequency identification uses (RFID).
 
“Mesin absensi dijual seharga Rp 380 ribu dan telah resmi dipergunakan oleh tiga SMK yaitu SMK Muhammadiyah Sekampung, SMK Muhammadiyah 2 Kalirejo dan SMKN 1 Gedong Tataan.  Alat absensi guru maupun siswa ini lebih aman,” ungkap Guru SMKN 3 Metro jurusan Rekayasa Perangkat Lunak, Arief.
 
Menariknya, Kepala SMKN 3 Metro Erlian Eka Damayanti merupakan peraih Juara 4 pada kategori Kepala SMK berinovasi dan berdedikasi. Ia mendapat penghargaan dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Kemendikbud dalam gelaran Apresiasi bagi Guru dan Kepala Sekolah Dedikatif, Inovatif dan Inspiratif pada Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus. Acara tersebut diadakan pada 23 November lalu di Jakarta.
 
Pada kesempatan ini pula, Direktur Ahmad Saufi berdialog dengan Arfah yang merupakan lulusan dari LKP ITech Metro. Arfah mengaku, ia terpanggil untuk membagikan ilmunya kepada generasi muda dengan menjadi pengajar di LKP tersebut. Harapan dia adalah dapat membantu siswa-siswanya berkreasi dan berinovasi.
 
“Menjadi kebahagiaan tersendiri ketika kita melihat siswa yang kita ajar mampu mengembangkan karya kreativitasnya”, ujar seorang pengajar bidang desain grafis pada LKP Indonesian Technology (ITech) Metro, Arfah.*** (DED/Andrew.F/Denty.A)
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 2927 kali