Delapan Indeks Kinerja Utama Siapkan Mahasiswa Berkolaborasi dengan DUDI  08 November 2020  ← Back



Jakarta, Kemendikbud --- Delapan Indeks Kinerja Utama (IKU) yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait transformasi dana perguruan tinggi diperas menjadi tiga, yaitu, kualitas lulusan, kualitas kurikulum, serta kualitas dosen dan pengajar. Artinya, Kampus Merdeka memberi kesempatan kampus mempersiapkan diri dan berkolaborasi dengan dunia usaha/dunia industri.
 
“Kampus bukan lagi episentrum menara gading, dan enak-enakan di kampus, padahal produk kampus (mahasiswanya) tidak bisa menjawab tantangan zaman,” demikian disampaikan Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), Jamal Wiwoho, dalam bincang pendidikan yang digelar secara daring, Jumat (6/11).
 
Jamal mengatakan, dengan transformasi yang dibuat Kemendikbud, kerja sama di antara kawan-kawan dosen bisa lebih terinstitusionalisasi. Laman Kedaireka.id yang menjadi wadah bagi ‘penjual’ dan ‘pembeli’ ini jadi bursa di mana kita bisa melihat apa saja yang menjadi tantangan dan solusinya. “Kemendikbud juga jadi punya informasi, siapa saja dosen-dosen yang berkiprah. Ini jadi bisa terlembagakan dan terorganisasi dengan sebaik-baiknya,” tambah Jamal.
 
Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Airlangga (Unair), Mohammad Nasih, menyampaikan, sejak tahun-tahun sebelumnya, sambutan para pengusaha sebenarnya cukup antusias untuk tax deduction. “Kami di kampus juga bergerilya untuk mendapatkan pendanaan yang baik, ketika itu masih segar. Namun, ketika sudah mau eksekusi, ada wabah. Cashflow perusahaan terganggu. Tetapi tanggapan kawan-kawan pengusaha luar biasa. Kita tunggu waktu, mudah-mudahan kita semua bisa memetik buahnya,” katanya.
 
Nasih melanjutkan, semua rektor di manapun, sepakat untuk menggunakan IKU Kemendikbud. Ia menilai, IKU tersebut menjadi cara menghasilkan lulusan yang lebih kompetitif dan tidak memalukan almamater. Sebagai pihak perguruan tinggi, kata Nasih, kebijakan ini sangat menguntungkan. Selama ini, kendala yang dihadapi adalah soal finansial. Nah, sekarang sudah ada transformasi dana pemerintah untuk pendidikan tinggi.
 
“Sudah ada Direktorat Pengembangan dan Inovasi Pendidikan yang akan berfokus kepada kurikulum dan learning innovation yang lebih fleksibel dan relevan. Untuk menjawab kebijakan ini, kami mengubah sisi kultural dengan budaya Merdeka Belajar, dan secara struktural juga kami berbenah,” tuturnya.
 
Adapun Delapan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah diluncurkan  Kemendikbud sebagai landasan transformasi pendidikan tinggi, adalah 1). lulusan mendapat pekerjaan yang layak dengan upah diatas upah minimum regional, menjadi wirausaha, atau melanjutkan studi; 2). mahasiswa mendapatkan pengalaman di luar kampus melalui magang, proyek desa, mengajar, riset, berwirausaha, serta pertukaran pelajar; 3). dosen berkegiatan di luar kampus dengan mencari pengalaman industri atau berkegiatan di kampus lain; dan 4). praktisi mengajar di dalam kampus atau merekrut dosen yang berpengalaman di industri.
 
Selanjutnya, 5). hasil kerja dosen (hasil riset dan pengabdian masyarakat) dapat digunakan masyarakat dan mendapatkan rekognisi internasional; 6). program studi bekerja sama dengan mitra kelas dunia baik itu dalam kurikulum, magang, maupun penyerapan lulusan; 7). kelas yang kolaboratif dan partisipatif melalui evaluasi berbasis proyek atau metode studi kasus; dan 8). program studi berstandar internasional dengan akreditasi atau sertifikasi tingkat internasional. (Denty A./Aline R.)
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 1398 kali