GSI Tingkat Nasional 2020, Kembangkan Talenta dan Sportivitas  17 November 2020  ← Back

Bandung, 15 November 2020 --- Di tengah pandemi Covid-19, Gala Siswa Indonesia (GSI) tahun 2020 digelar dalam bentuk Training Center (TC) di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, pada 14 s.d. 30 November 2020 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Sebanyak 150 peserta dari 30 provinsi telah lulus mengikuti seleksi secara dalam jaringan (daring) di tingkat daerah.

“Selamat kepada adik-adik peserta GSI tingkat nasional. Gunakanlah kesempatan ini sebaik-baiknya untuk mengembangkan diri dan mengembangkan talenta adik-adik di bidang olahraga serta tetap jaga sportivitas,” ujar Sekretaris Jenderal (Sesjen), Kemendikbud, Ainun Na’im saat membuka GSI secara virtual, di Bandung, pada Minggu malam (15/11/2020).

Melalui video rekaman teknik sederhana bermain sepakbola, para peserta mengunggah videonya pada aplikasi yang disediakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Video ini dinilai secara intensif oleh pelatih yang ditunjuk oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
 
Peserta rencananya akan melakukan pelatihan terpusat selama 17 hari, dan dilatih oleh mantan bintang tim nasional Indonesia seperti Imran Nahumarury, Firman Utina, Supriyono, Ilham Romadhoni, Harry Setiawan dan Budi Sudarsono. Latihan berpusat digelar untuk mendidik para pesepak bola muda agar menguasai keterampilan teknis, fisik, dan aspek psikologi. Proses seleksi GSI ini akan melibatkan 8 tim yang nantinya akan menghasilkan empat tim juara.

Sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Kemendikbud mempersiapkan pola latihan khusus dengan pedoman protokol kesehatan berstandar FIFA dan Pelatnas. Sejak mulai berangkat dari daerahnya masing-masing hingga kemudian pulang ke rumah, para peserta harus mengikuti serangkaian prosedur dan tata cara pencegahan Covid-19.

Selama pelaksanaan tes, seluruh peserta akan dipantau oleh tim yang dibentuk oleh PSSI. Hal ini dimaksudkan agar para peserta dapat memperlihatkan talenta terbaiknya selama mengikuti program pelatihan. Sementara itu, panitia seleksi dapat mengidentifikasi peserta terbaik guna membentuk tim nasional yang hebat dan berkarakter.

Pada kesempatan yang sama, Sesjen Ainun Na’im memberi selamat kepada para peserta yang dinyatakan lulus dan akan mengikuti latihan selama dua pekan untuk kemudian akan dipilih 30 peserta terbaik yang akan menjadi tim nasional Indonesia usia di bawah 16 tahun (U16).

Sebagai bagian dari implementasi kampanye perubahan perilaku dalam rangka pencegahan Covid-19, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Puspresnas, Kemendikbud, Asep Sukmayadi berharap para peserta bisa menjadi duta yang menginspirasi teman sebayanya di seluruh Indonesia.

“Dengan berperilaku hidup bersih dan sehat, semangat berprestasi melalui olahraga, bisa menjadi cara untuk beradaptasi di tengah pandemi sambil tetap menjunjung sportivitas karena jujur itu juara,” pungkas Asep

GSI 2020 Tumbuhkan Nilai Karakter Pancasila

Pada kesempatan yang sama, Direktur teknik PSSI dan Grand Ambasador GSI, Indra Safri mengatakan moto pembinaan GSI jenjang SMP adalah menjadikan pemain sepak bola yang berkarakter. Selain materi-materi teknik di lapangan, kata Indra banyak materi lain yang akan disampaikan dalam rangka menumbuhkembangkan nilai-nilai karakter Pancasila.

“Sepak bola tidak hanya bicara kalah menang. Kalian harus bangun nilai-nilai dari kalah dan menang itu. Sepak bola membuat orang jujur. Sepak bola membuat orang menjadi pantang menyerah. Sepak bola membuat orang menjadi respect dan sepak bola punya nilai-nilai lain daripada kemenangan itu,” ujar Indra Safri.

Dalam membangun kesukesan dalam bermain sepak bola, kata Indra, berlatih saja tidak cukup, ada kunci kesukesan yang harus dipegang oleh pemain yaitu mental dan spiritual. “Kemampuan hanya menentukan 20 persen, tetapi 80 persennya ditentukan oleh mental dan spiritual. Jadi kalian jangan bangga punya skills bagus tetapi mental kalian tidak bagus,” katanya.

Indra juga mengingatkan kepada para peserta GSI untuk membangun spiritual kepada sang pencipta dan selalu hormat kepada orang tua. “Kalau kita bicara karakter moral dan karakter kinerja, jangan hanya karakter kinerja yang dibangun. Ingin selalu juara iya, tapi ingat kalian harus hormat, kalian harus respect dan kalian harus santun dan sangat santun kepada orang tua kalian serta bangun spiritual kita dengan Tuhan kita,” ujar Indra.

Indra berharap, para peserta GSI dapat membangun sepak bola Indonesia dengan kemampuan, mental dan spritual yang baik, sehingga 10 tahun yang akan datang akan muncul pemain-pemain sepak bola yang utuh dan berkarakter. “Kita berharap merekalah yang akan menaikkan, mengangkat nama bangsa dan negara kita ke depan. Kalianlah orangnya. Oleh sebab itu, percaya diri dan jadilah orang Indonesia yang hebat,” tutur Indra.

Senada dengan itu, salah satu peserta GSI 2020 dari Jawa Timur, Hafiz mengatakan doa orang tua dan berbuat baik kepada orang tua merupakan hal penting selain latihan untuk menjadi orang sukses. “Usaha tanpa doa, apalagi tanpa doa dari orang tua itu bohong,” katanya.

Oleh karena itu, Hafiz berharap, ke depan dapat menjadi pemain sepak bola yang lebih baik dan menjadi pemain sepak bola yang mampu berguna bagi nusa, bangsa, dan agama. “Saya berharap agar kita semua bisa berjumpa di timnas dan berkarir di Eropa dan menunjukkan bahwa Indonesia memiliki talenta yang luar biasa,” tutur Hafiz.

Sebanyak 3743 peserta dari 560 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di 73 kabupaten/kota dan 30 provinsi telah melakukan seleksi secara daring pada 7 s.d. 24 Oktober 2020 dan dipilih lima peserta terbaik dari masing-masing provinsi. Empat provinsi yang belum mengikuti GSI 2020 antara lain Bali, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Kepulauan Riau.







Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Laman:www.kemdikbud.go.id

Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

#bersamahadapikorona
#merdekabelajar
#berprestasidarirumah
#jujuritujuara
#semangatmenolakmenyerah
Sumber : Siaran Pers Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 362/sipres/A6/XI/2020

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 6407 kali