Kemendikbud Tempatkan Peneliti KoPSI 2020 sebagai Solusi Problematika Bangsa  04 November 2020  ← Back

Bandung, 3 November 2020 --- Di tengah kondisi pandemi Covid-19, pelaksanaan Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia (KoPSI) dilakukan dengan cara yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, dengan memperhatikan keselamatan dan keamanan peserta didik, Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan KoPSI secara dalam jaringan (daring). Hal ini dimaksudkan untuk mewadahi kreativitas dan inovasi anak-anak muda Indonesia agar tetap semangat berkegiatan positif meski di tengah pandemi.

Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Ainun Na`im ketika menyampaikan bahwa saat krisis terjadi, peran peneliti amat penting dalam menemukan solusi permasalahan global. Semangat seperti ini yang harus dimiliki oleh para peneliti masa depan. “Bagi seorang peneliti, situasi yang sulit dan tidak menentu justru dapat menjadi tantangan untuk menciptakan beragam riset yang bermanfaat untuk menjawab permasalahan yang ada,” ucapnya saat membuka acara secara virtual, Selasa (3/10).

Pada tahun ini, penyelenggaraan KoPSI menjadi salah satu rangkaian lomba yang dilaksanakan pada bulan Sains, Teknologi, Riset, dan Inovasi. Adapun tema yang diambil adalah ‘Melejitkan Talenta dan Prestasi Sains, Teknologi, Riset, dan Inovasi pada Masa Pandemi’. Oleh karenanya, para peserta mendapat tantangan yang cukup tinggi dalam menemukan karya-karya inovasi penelitian terkait pandemi Covid-19.

Namun demikian, Sekretaris Jenderal Kemendikbud optimis, KoPSI dapat menjadi salah satu program yang berkontribusi untuk meningkatkan integritas, sikap bertanggung jawab, kepedulian yang tinggi, kemampuan berpikir logis dan analitis, kemampuan bekerja sama dalam kelompok, kemandirian, kepercayaan diri, serta keterampilan menyajikan gagasan ilmiah baik secara lisan melalui presentasi maupun tulis melalui karya ilmiah.

“Saya harap, KoPSI ke depannya dapat menumbuhkan new mindset di kalangan peneliti untuk menempatkan situasi sebagai tantangan bukan hambatan. KoPSI menjadi langkah awal untuk siswa dalam mengumpulkan kekuatan ilmu pengetahuan untuk dapat merespon, mengatasi, dan menanggulangi permasalahan yang ada secara ilmiah,” tutur Ainun Na`im.

Sesuai dengan tema KoPSI tahun 2020 “Pemanfaatan dan Pengembangan Potensi dalam rangka Mengoptimalkan Sumber Daya Lokal”, KoPSI diharapkan melahirkan peneliti muda Indonesia yang mampu menjadi agen perubahan dalam menggerakkan potensi daerahnya sendiri, meningkatkan nilai tambah sehingga daerah memiliki kemampuan untuk menyelesaikan tantangan yang dihadapi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Puspresnas Kemendikbud selaku Ketua Panitia KoPSI 2020, Asep Sukmayadi, seleksi KoPSI dilaksanakan melalui beberapa tahap. Tahap pertama adalah review proposal. Proposal terdaftar sejumlah 1740 proposal penelitian dari seluruh Indonesia. Dari 1740 proposal tersebut terseleksi sebanyak 1298 naskah penelitian.

Selanjutnya, dari 1298 naskah penelitian diseleksi kembali menjadi 150 naskah penelitian ke tingkat nasional. Saat ini terdapat 283 siswa finalis dari 87 SMA dan 25 MA dari 26 Provinsi di Indonesia yang akan mengikuti seleksi tahap akhir yaitu seleksi pameran, presentasi, dan wawancara. “Bahkan dari para finalis ini terdapat 10 siswa penerima Kartu Indonesia Pintar. Ini membuktikan, berbagai tantangan dalam hidup kita tidak menjadi penghalang untuk berprestasi,” terang Asep.  

Pelaksanaan seleksi tahap akhir ini dilaksanakan pada tanggal 2 - 7 November 2020 secara virtual. Bidang ilmu yang dilombakan ada tiga, yaitu matematika, sains, dan teknologi; fisika terapan, dan rekayasa; dan ilmu sosial dan humaniora. Selain lomba, aktivitas lain yang merupakan rangkaian pelaksanaan KoPSI adalah “Workshop Meneliti Itu Seru” yang menghadirkan beberapa narasumber di bidang penelitian.

Workshop ini bertujuan untuk memberikan semangat pantang menyerah dan wawasan penelitian. “Diharapkan, para finalis KoPSI ke  depannya menjadi peneliti muda Indonesia yang mampu menggerakkan potensi daerahnya sendiri melalui riset dan inovasi, meningkatkan nilai tambah bagi daerahnya serta  memiliki kemampuan untuk menyelesaikan tantangan yang dihadapi,” tutur Asep.

KoPSI berfokus untuk menumbuhkan karakter ilmiah melalui kegiatan kompetisi. Di dalamnya terdapat serangkaian kegiatan guna mengembangkan kemerdekaan berpikir guru dan siswa untuk terus meneliti. KoPSI digelar sebagai agenda penting Puspresnas Kemendikbud dalam rangka membangun manusia Indonesia yang berkarakter kreatif dan inovatif. KoPSI merupakan pengembangan dari kegiatan yang sebelumnya bernama Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) yang telah berlangsung dari tahun 2009.

Kesuksesan KoPSI tidak lepas dari kontribusi berbagai pihak, antara lain komunitas alumni KoPSI yang tergabung dalam Asosiasi Peneliti Muda Indonesia (APMI), para guru pembimbing, para orang tua hebat yang selalu mendampingi dan memotivasi putra-putrinya untuk tetap bersemangat positif.

Apresiasi yang setinggi-tingginya juga disampaikan Sekretaris Jenderal Kemendikbud kepada para guru, orang tua, dan keluarga yang selalu mendampingi, memotivasi, dan mendukung potensi anak-anak Indonesia dalam mengapresiasikan dirinya pada saat mengikuti kompetisi, lomba, serta wadah lainnya untuk pembuktian prestasi.

“Selamat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan KoPSI Tahun 2020. Selamat kepada kalian yang telah berjuang. Terus bersemangat belajar dan membangun eksistensi diri melalui aktivitas-aktivitas positif,” pungkas Ainun Na`im.





Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Laman: kemdikbud.go.id
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

Laman panitia:    
pusatprestasinasional.kemdikbud.go.id
Instagram: @puspresnas

#BersamaHadapiKorona
#BerprestasiDariRumah
#JujurItuJuara
#SemangatMenolakMenyerah
Sumber : Siaran Pers Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 334/sipres/A6/XI/2020

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 740 kali