KOSN 2020, Kompetisi Olahraga Daring Terbesar di Indonesia  07 November 2020  ← Back



Bandung, Kemendikbud - Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KOSN) tahun 2020 tingkat SMA/MA/SMK menaruhkan catatannya sebagai perhelatan olahraga terbesar yang digelar secara daring. Pada babak penyisihan tingkat provinsi, tercatat ada 5.500 peserta didik yang mengirimkan video untuk mengikuti kompetisi ini. Dari 5.500 peserta tersebut, 542 orang di antaranya lolos ke babak final.

"Ini adalah seleksi olahraga virtual yang bisa memecahkan rekor. Ini bisa memperkuat untuk paling tidak menjadi catatan kita bahwa tahun ini adalah tahun yang istimewa," ujar Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Asep Sukmayadi saat menutup KOSN Tahun 2020 tingkat SMA/MA/SMK di Hotel Four Point, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (7/11).

Dari jumlah tersebut, Asep menjelaskan, bahwa perhelatan akbar ini tidak hanya diikuti oleh para siswa dari sekolah menengah atas di Indonesia saja. Kompetisi di cabang olahraga Pencak Silat dan Karate juga diikuti oleh siswa-siswa SILN (Sekolah Indonesia di Luar Negeri), di antaranya adalah Belanda, Thailand, Malaysia, dan Arab Saudi.

Selain mendapatkan atensi yang sangat besar dari para siswa baik di dalam dan luar negeri, Asep melanjutkan, pihaknya mengetahui bahwa kehadiran KOSN secara daring ternyata mampu menjangkau para siswa yang berada di akar rumput atau pelosok negeri. Selain itu, dari video-video yang dikirimkan oleh para peserta, juga terlihat dukungan yang begitu besar dari keluarga peserta untuk berprestasi dari rumah.

"Kegiatan ini sampai menjangkau ke pelosok-pelosok ke akar rumput dan kemudian mereka tampil di lingkungan terdekatnya didampingi oleh orang tua. Ini adalah sesuatu yang membanggakan. Ini kabar gembira bahwa di olahraga, ini bisa kita lakukan," kata Asep.

Untuk menggelar kompetisi secara nasional di tengah masa pandemi Covid-19 ini, Asep mengutarakan, bahwa pihaknya telah melewati pembahasan yang tidak mudah. Ia mengungkapkan, pihaknya sempat hendak meniadakan gelaran olahraga tingkat provinsi maupun nasional. Namun, karena melihat tingginya antusiasme para siswa yang telah menyiapkan diri untuk berkontribusi di ajang olahraga tahunan ini, akhirnya Puspresnas menetapkan hanya dua cabang olahraga yang memungkinkan untuk dilaksanakan.

"Semula ini adalah dua kegiatan yang sebetulnya kita sangat pertimbangkan untuk tetap dilaksanakan di tengah situasi pandemi, yang sebelumnya kita tidak pernah membayangkannya. Saya kira, ini adalah pelajaran yang sangat berharga, ternyata keterdesakan membuat kita kreatif dan inovatif," ujar Asep.

Dengan berakhirnya babak penyisihan ini, dia berharap agar ajang KOSN tahun ini dapat sekaligus menjadi kampanye kebugaran, artinya para peserta menjadi duta-duta perubahan perilaku adaptasi terhadap kondisi yang terjadi saat ini. “Anak-anak ini menjadi duta-duta di daerahnya bagaimana kita tetap bisa bertahan dan menolak untuk menyerah.”

Terkait dengan babak final yang akan berlangsung mulai 16 November mendatang, Asep menjelaskan bahwa konsep olahraga di masa pandemi ini tetap dilaksanakan di rumah dan sekitarnya. Dia berharap, KOSN ini dapat menjadi wadah interaksi dan gotong royong antara anak dengan orang tua.

"Ini makna yang bisa kita tangkap, ini tidak hanya sekadar kompetisi tapi parade jurus-jurus jitu untuk menghadapi situasi ini, keluar dari situasi dengan menunjukkan prestasi, kemudian kita kuatkan karakter yang sudah larut di Pencak Silat dan Karate," harapnya.

Dalam seremoni penutupan babak seleksi tingkat provinsi ini, hadir pula para juri di kedua cabang olahraga. Semua kegiatan ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. (Denty A./Aline R.)
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 792 kali