Slims 9 Bulian, Inovasi Terbaru Bidang Perpustakaan  06 November 2020  ← Back



Jakarta, Kemendikbud --- Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Komunitas SLiMS Jakarta dan Senayan Developer Community (SDC) mengadakan kegiatan belajar bersama sistem automasi perpustakaan SliMS. Kegiatan yang diberi nama “Sinau Daring Senayan Library Management System (SLiMS)” ini, diadakan dalam 7 sesi yaitu setiap hari Kamis, mulai 5 November s.d 17 Desember 2020.
 
Sinau daring SLiMS digelar dengan maksud untuk mendukung fungsi perpustakaan sebagai pusat sumber belajar masyarakat dan menjawab kebutuhan pelatihan sistem automasi SLiMS bagi para pustakawan/pengelola perpustakaan.
 
Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikbud, Evy Mulyani, mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di perpustakan menjadi keharusan guna menciptakan layanan prima perpustakaan modern abad 21.
 
“Paradigma perpustakaan modern abad 21 adalah perpustakaan tanpa batasan ruang dan waktu, layanan perpustakaan dapat diakses dari mana saja dan kapan saja,” ujar Evy sekaligus membuka Sinau Daring SLiMS melalui aplikasi Zoom Meeting, Kamis (5/11).
 
SLiMS 9 Bulian memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan versi SLiMS sebelumnya yaitu penambahan Bahasa Urdu, Bahasa Turki, Bahasa Rusia, untuk antarmuka, dan penambahan tema baru laman Admin (SchILS style admin theme), fitur Copy-cataloguing dengan protokol MARC SRU, dan masih banyak lagi fitur dan keunggulan terbaru dari SLiMS 9 Bulian yang dapat dirasakan oleh para pengguna.
 
Perwakilan SLiMS Jakarta, Annisa Nurfadilah mengatakan bahwa SLiMS 9 Bulian memiliki berbagai fitur dan keunggulan terbaru dibandingkan dengan SLiMS 8 Akasia. “Di SLiMS 9 Bulian ini sudah banyak fitur terbaru dan keunggulan dibandingkan dengan versi lamanya yaitu SLiMS 8 Akasia,” ujar Annisa sambil memperlihatkan fitur terbaru yang dimiliki SLiMS 9 Bulian.
 
“Jika ada yang ingin bertanya-tanya bisa langsung (akses) ke sini aja, situs resmi SLiMS yaitu slims.web.id. Kita (juga) ada Whatsapp, join Telegram, ataupun di berbagai sosmed kita, masyarakat bebas menanyakan apapun mengenai SLiMS,” kata anggota tim lainnya dari SLiMS Jakarta, M. Adhi Priyogo mengakhiri penjelasannya.
 
Senayan Library Management System (SLiMS) adalah sistem automasi perpustakaan sumber terbuka (open source) yang pertama kali dibangun dan digunakan di Perpustakaan Kemendikbud. Pada tahun 2007, SENAYAN (nama awal SLiMS) pertama kali diluncurkan di Perpustakaan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) oleh Sekretaris (Sesjen) Depdiknas saat itu.
 
SLiMS Library Management System (SLiMS) merupakan perangkat lunak sumber terbuka yang didesain untuk memenuhi kebutuhan otomatis perpustakaan (Library automation) skala kecil hingga skala besar. Dengan fitur yang dapat dikatakan lengkap dan masih terus aktif dikembangkan, SLiMS dapat digunakan oleh perpustakaan yang memiliki koleksi, anggota dan staf yang banyak, baik itu jaringan lokal (intranet) maupun internet.
 
Karena pembangunannya menggunakan dana APBN maka disepakati SLiMS diluncurkan dengan lisensi open source (GPL 3) agar dapat digunakan luas oleh publik. Sejak itu, SLiMS lebih banyak dikembangkan oleh komunitas SLiMS dengan digawangi oleh tim SDC (Senayan Developer Community).
 
Saat ini SLiMS merupakan salah satu sistem automasi perpustakaan yang paling banyak digunakan di Indonesia. SLiMS juga telah digunakan oleh banyak perpustakaan di luar negeri, bahkan menjadi sistem automasi perpustakaan yang resmi direkomendasikan di beberapa negara. (Ammar/Denty A./Aline R.)
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 7054 kali