Kedaireka, Platform Digital Tempat Bertemunya Perguruan Tinggi dengan Dunia Industri  14 Desember 2020  ← Back

Jakarta, 14 Desember 2020 --- Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia secara resmi meluncurkan platform Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Industri (Kedaireka). Platform ini diharapkan dapat membangun kolaborasi dan sinergi antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim mengatakan bahwa Kedaireka merupakan salah satu wujud dari Merdeka Belajar Episode 6 “Transformasi Dana Pemerintah untuk Perguruan Tinggi”. Transformasi pendanaan ini adalah upaya untuk meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi. “Para lulusan diharapkan tidak hanya siap kerja, tapi dapat menciptakan lapangan pekerjaan,” tutur Mendikbud dalam siaran langsung di TVRI, Sabtu (12/12).
 
Dengan menggunakan Kedaireka, diharapkan terjadi “perkawinan” antara perguruan tinggi dengan DUDI yang dapat memberikan banyak manfaat bagi kedua pihak. Menurut Mendikbud, banyak hal yang dapat dilakukan oleh perguruan tinggi dengan industri melalui inisiatif ini. “Misalnya, dalam hal pengembangan teknologi, usaha rintisan, pusat riset industri, maupun kerja sama mendalam lainnya,” lanjut Menteri Nadiem.
 
Sejalan dengan itu, pemerintah menyiapkan sebuah dana penyamping atau matching fund bagi setiap rupiah yang dikontribusikan DUDI kepada perguruan tinggi. Matching fund ini nantinya akan diberikan untuk melengkapi dan memperkuat sebuah program hilirasi karya reka cipta perguruan tinggi dengan industri atau investor. Dana matching fund yang saat ini tersedia sebanyak Rp250 miliar.
 
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Kemendikbud, Nizam, mengatakan, perguruan tinggi harus bisa memberikan solusi bagi masalah industri dan menyiapkan talenta yang dibutuhkan saat ini dan masa yang akan datang. “Kampus harus bermitra erat dengan DUDI. Kampus juga harus bersama-sama menyiapkan sumber daya unggul, serta melahirkan inovasi yang berguna bagi dunia usaha dan dunia industri,” tuturnya.
 
Nizam menjelaskan, Kedaireka sendiri merupakan sebuah platform untuk mengakselerasi kampus dan DUDI agar terjadi sebuah sinergi. Pemerintah juga akan menyiapkan insentif dalam bentuk dana pendamping. “Setiap rupiah dari industri akan didampingi satu rupiah dari pemerintah supaya akselerasi cepat terwujud dan masalah-masalah di industri cepat diselesaikan oleh kampus kita,” jelasnya.
 
Dirjen Dikti juga menjelaskan, ide dari para dosen dan mahasiswa dapat disampaikan melalui platform ini. Sedangkan dalam sektor industri, para pelaku industri yang memiliki masalah dapat melihat beberapa solusi yang ditawarkan oleh perguruan tinggi. “Jadi nanti kedua belah pihak bisa saling kolaborasi dan ‘comblang’-nya itu ada di dalam Kedaireka itu sendiri,” terang Nizam.
 
Menyambut pernyataan tersebut, Staf Ahli Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Loto Srinaita Ginting mengatakan Kedaireka sejalan dengan prioritas Kementerian BUMN yang menekankan adanya inovasi terutama dari perguruan tinggi. “Tentunya kita dorong juga program magang mahasiswa bersertifikat, sehingga mahasiswa kita tidak hanya pandai teori tetapi juga sudah siap kerja,” ujar Loto menekankan.
 
Senada dengan itu, Direktur SDM Pertamina, Koeshartanto turut menyambut gembira dengan adanya platform Kedaireka. Menurutnya, kehadiran platform Kedaireka merupakan sebuah terobosan yang sangat baik bagi sektor industri maupun sektor perguruan tinggi. “Tentunya perwakilan dari industri saat ini yang sedang fokus di dalam pengembangan energi baru dan terbarukan tentu membutuhkan inovasi-inovasi baru terutama dari adanya Kedaireka ini,” tutur Koeshartanto.
 
Sesjen Kemendes PDTT, Taufik Madjid mengharapkan, dengan adanya Kedaireka ini mampu memberikan inovasi-inovasi yang dapat diberdayakan di desa. “Ini merupakan pernikahan antara perguruan tinggi dengan dunia industri dan kami berharap tempat pernikahan tersebut di kawasan pedesaan dan kawasan tertinggal,” tutup Taufik Madjid. (Denty A./Aline R.)
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 6131 kali