Antusiasme Masyarakat Sambut UKBI Adaptif Merdeka  30 Januari 2021  ← Back

Jakarta, Kemendikbud --- Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa E. Aminudin Aziz menyebut bahwa masyarakat selama ini menyambut baik program Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Dengan peluncuran UKBI Adaptif Merdeka hari ini, Aminuddin berharap animo masyarakat semakin tinggi. “Harapan saya dari kaum pelajar, mahasiswa, guru,dosen, pejabat fungsional, kalangan profesional dan masyarakat umum bisa menjadi bagian dari pelaksanaan UKBI adaptif ini,” katanya saat peluncuran UKBI Adaptif Merdeka secara daring, Jumat (29/1). 
 
Aminuddin mengatakan, hingga saat ini, Badan Bahasa sudah menerima sekitar 600 orang yang mengajukan diri untuk ikut UKBI Adaptif Merdeka. Mereka menunggu giliran untuk mengikuti ujian hingga sistem baru ini resmi diluncurkan. Mengingat pengaplikasiannya yang semakin mudah, bisa dilakukan di manapun dan tidak terikat oleh waktu. “Kalau sudah diluncurkan secara resmi, mereka akan langsung menjadi 600 peserta pertama UKBI Adaptif ini,” terangnya.
 
Sebanyak 600 pendaftar tersebut berasal dari mahasiswa dan guru di Indonesia dan pembelajar Bipa dari Singapura dan wilayah lainnya. Menanggapi antusiasme masyarakat, Kepala Badan Bahasa juga mengucapkan terima kasih kepada para pendaftar dan berharap, para pengguna UKBI Adaptif Merdeka merasa puas dengan layanan yang diberikan.
 
Aminuddin menjelaskan, pemutakhiran UKBI ke dalam bentuk adaptif akan membuka peluang bagi penutur bahasa Indonesia yang lebih luas untuk mengikuti UKBI. Di antaranya adalah kalangan profesional berbagai bidang dan pemelajar asing yang selama ini kesulitan mengikuti UKBI karena harus mengikuti satu paket uji lengkap yang kurang sesuai dengan estimasi kemahirannya.
 
Perwakilan Learn Indonesia Singapura, Endina mengungkapkan, selama ini peserta Bipa Singapura merasa soal dari UKBI banyak dan ada yang terlalu sulit. Ia merasa gembira karena UKBI adaptif ini soalnya secara komputerisasi akan menyesuaikan dengan kemampuan peserta. “Kami di Singapura (sejak lama) menunggu UKBI Adaptif Merdeka ini,” ungkapnya.
 
Peserta Bipa Prancis, Mahrus Harnadi menambahkan bahwa dirinya tertarik ikut UKBI Adaptif Merdeka untuk memastikan kemampuannya selama belajar Bahasa Indonesia. “Saya menunggu UKBI Adaptif Merdeka, karena dengan sistem yang lama saya tidak bisa mengikutinya, terlalu berat,” ungkapnya.
 
Alexandra dari Bipa Bulgaria juga menyatakan antusiasnya menunggu kehadiran UKBI Adaptif Merdeka. “Saya ingin memastikan prestasi saya selama belajar Bahasa Indonesia, saya menunggu UKBI Adaptif Merdeka ini karena desain ujinya disesuaikan dengan estimasi kemampuan peserta masing-masing, dan bisa dilakukan secara daring,” terang Alexandra.
 
Di akhir acara, Direktur NaraBahasa, Ivan Lanin mengajak agar masyarakat yang merasa sudah menyimak, membaca dan menulis dalam Bahasa Indonesia, untuk menguji kemampuannya. “(mari) Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia Anda dengan UKBI Adaptif Merdeka, teruji lebih teruji,” demikian ajak Ivan Lanin.
 
Kemahiran berbahasa termasuk Bahasa Indonesia diperlukan dalam berbagai bidang kehidupan. Berikut ini dampak positif Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) terhadap penutur bahasa Indonesia dari berbagai kalangan. 1) Meningkatkan kegairahan untuk memahami dan mempelajari bahasa Indonesia, 2) Menghasilkan berbagai karya tulis dan karya digital berbahasa Indonesia, 3) Melibatkan diri dan berpartisipasi aktif dalam pengembangan bahasa Indonesia, 4) Memiliki sikap positif dalam memartabatkan bahasa Indonesia, dan 5) Memiliki semangat dalam menginternasionalkan bahasa Indonesia.*** (Denty A./Aline R.)
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 3197 kali