Tersedia 2.800 Kuota bagi Calon Guru Penggerak Angkatan Ketiga  18 Januari 2021  ← Back

Jakarta, Kemendikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan kembali membuka pendaftaran seleksi Guru Penggerak. Kuota yang tersedia bagi guru jenjang TK, SD, SMP dan SMA untuk mengikuti seleksi Pendidikan Guru Penggerak (PGP) adalah sebanyak 2.800 orang. Adapun daerah sasaran PGP untuk angkatan ketiga ini yaitu, 56 kabupaten/kota dari 25 provinsi yang tersebar di enam pulau besar di Indonesia.
 
Seleksi akan dilaksanakan dalam beberapa tahap. Seleksi tahap pertama akan dimulai pada tanggal 18 Januari s.d. 15 Maret 2021. Pada tahap ini, peserta wajib mengisi biodata dan esai, mengunggah dokumen dan mengikuti tes bakat skolastik. Kemudian, pada tahap kedua yaitu tanggal 31 Mei s.d. 10 Juli 2021, akan dilakukan seleksi simulasi mengajar dan wawancara. Pengumuman hasil seleksi calon Guru Penggerak angkatan ketiga akan disampaikan pada 13 Agustus 2021 mendatang.
 
Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Program Pendidikan Guru Penggerak, Kasiman menjelaskan bahwa Kemendikbud akan terus mencari dan menyeleksi guru-guru terbaik di seluruh tanah air. Pihaknya akan mencari guru-guru yang memiliki potensi dapat menggerakan ekosistem di sekolahnya untuk berkolaborasi dengan sekolah lain. “(Kami akan) menyeleksi guru-guru yang mau bergerak tanpa disuruh, dan (mereka) bergerak selalu berpihak kepada murid,” tutur Kasiman di Jakarta, Senin (18/1).
 
Rencananya, untuk PGP angkatan 4 mendatang, seleksi akan mulai pada tanggal 1 Maret s.d. 8 Mei 2021. Adapun daerah yang akan menjadi target sasaran yaitu 160 kabupaten/kota yang mewakili pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Papua dan Maluku. Informasi selengkapnya dapat diakses masyarakat melalui laman Program Guru Penggerak yaitu https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak/.
 
Untuk diketahui, guru-guru yang lolos seleksi akan mengikuti PGP menggunakan pendekatan andragogi dan blended learning (daring dan luring) selama sembilan bulan. Program tersebut dirancang untuk mendukung hasil belajar yang implementatif berbasis lapangan. Oleh karena itu, 70 persen kegiatan dilakukan dalam bentuk belajar di tempat kerja (on the job learning). Dengan demikian, guru yang menjadi peserta PGP tetap bertugas mengajar dan menggerakkan komunitas di sekolah.
 
Selanjutnya, 20 persen kegiatan dirancang dalam bentuk kegiatan belajar bersama rekan sejawat, dan 10 persen sisanya dilakukan dalam bentuk pembelajaran bersama narasumber, fasilitator, dan pendamping. Selama pelaksanaan program, guru akan dibimbing dan didampingi oleh instruktur, fasilitator, dan pengajar praktik (pendamping).
 
Selain PGP, tahun ini Kemendikbud juga akan merekrut calon pengajar praktik untuk angkatan ketiga. Kuota yang tersedia bagi guru, kepala sekolah, pengawas sekolah dan praktisi pendidikan yang berminat mengikuti seleksi berjumlah 560 orang. Nantinya, para pengajar praktik mempunyai peran untuk memfasilitasi calon Guru Penggerak dalam melakukan refleksi, membuat capaian perkembangan, melakukan evaluasi, memberikan umpan balik, serta memfasilitasi lokakarya pada proses PGP.
 
Sementara itu, untuk jadwal seleksi calon pengajar praktik (pendamping) Pendidikan Guru Penggerak akan dibuka juga pada 18 Januari s.d 15 Maret 2021. Penilaian seleksi tahap pertama akan dilakukan pada tanggal 30 Maret s.d 16 April 2021, setelah semua dokumen yang diunggah oleh peserta dilakukan verifikasi dan validasi.
 
Selanjutnya, seleksi tahap kedua akan dilaksanakan pada tanggal 24 Mei - 11 Juni 2021 yang terdiri dari simulasi mengajar dan wawancara. Perlu diketahui, sebelum ditetapkan menjadi pengajar praktik, peserta akan mendapat pembekalan fasilitasi dan pendampingan pendidikan Guru Penggerak terlebih dahulu.
 
PGP merupakan program pendidikan kepemimpinan guna menyiapkan para Guru Penggerak yang dapat menjadi pemimpin pembelajaran masa depan. Oleh karenanya, program Guru Penggerak menitikberatkan pada kemandirian guru dalam mengembangkan profesi dan kompetensi kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership). Kasiman optimistis para guru penggerak bisa menjadi calon kepala sekolah, pengawas sekolah, maupun instruktur pelatihan guru di masa depan.
 
“Melalui kelas pelatihan daring, lokakarya serta pendampingan yang terukur; program ini diharapkan bisa menghasilkan bibit pemimpin Indonesia di masa yang akan datang dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila,” harap Kasiman. Adapun Profil Pelajar Pancasila yaitu mandiri, beriman dan bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, kreatif, gotong royong, berkebinekaan global, serta bernalar kritis.
 
Kemendikbud berharap melalui program ini, guru penggerak dapat hadir sebagai mentor/coach rekan guru lain menjadi agen perubahan ekosistem pendidikan. Di mana yang menjadi fokusnya adalah bagaimana melayani anak, yakni memberikan pelajaran yang berpusat kepada murid. “Kami mengimbau para guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, maupun praktisi pendidikan dapat bergabung ke dalam program Guru Penggerak ini,” tutup Kasiman. ***(Denty A./ Aline R.)
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 4554 kali