Mendikbud Optimistis Kemajuan Pendidikan di Provinsi Papua Barat  15 Februari 2021  ← Back

Sorong, 13 Februari 2021 --- Selama melakukan kunjungan kerja di Kabupaten dan Kota Sorong. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meninjau 13 lokasi, diantaranya 10 sekolah, baik negeri maupun swasta, serta Sanggar Seni Nani Bili, Kampung  adat Malaumkarta, dan Cagar Budaya Kubu Pertahanan Jepang.

Didampingi Staf Khusus Presiden asal Papua, Billy Mambrasar dan Anggota Komisi X DPR RI, Robert Joppy Kardinal, SMP YPK Syaloom menjadi lokasi terakhir kunjungan kerja Mendikbud beserta jajarannya diantaranya Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Iwan Syahrir, dan Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Sjamsul Hadi.

Mendikbud optimistis pendidikan di Papua Barat akan terus maju. Ia menuturkan, para guru dan kepala sekolah di Papua Barat sudah memiliki paradigma dasar Merdeka Belajar. "Saat saya bertemu guru-guru dan kepala sekolah di Papua, mereka punya dasar paradigma Merdeka Belajar, mereka punya keinginan untuk lebih baik, dan itu adalah yang terpenting dalam transformasi pendidikan, “ tutur Mendikbud saat diwawancara awak media di SMP YPK Syaloom, Kota Sorong, pada Jumat sore (12/02/2021).

“Jadi tugas Kemendikbud adalah menetaskan potensi, agar para kepala sekolah dan guru di Papua Barat dapat berinovasi dan difasilitasi untuk memajukan anak-anak Tanah Papua,” tutup Mendikbud.

Apresiasi Kunjungan Kerja Mendikbud Ke Papua Barat

Selama melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Sorong dan Kota Sorong, Staf Khusus Presiden, Billy Mambrasar menilai Mendikbud telah memanifestasikan perintah Presiden Joko Widodo, salah satunya program pembangunan Papua khususnya sumber daya manusia di Papua. “Kita bisa lihat kinerja Kemendikbud di tengah pandemi Covid-19, mereka kerja cepat, kreatif, dan tepat,” ujar Billy.

Menurut Billy, kerja cepat Mendikbud ditunjukkan dengan dapat dilihatnya data realtime yang diperoleh secara langsung untuk mengetahui masalah di lapangan. “Mendikbud bisa membuat data realtime. Tadi bisa kita lihat sendiri ketika berdialog dengan para guru kekurangan dan kesalahan ada di mana,” papar Billy.

Selanjutnya Billy menilai Mendikbud dapat bekerja secara tepat sasaran dimana ia melakukan penilaian terhadap indeks harga dan kemahalan, sehingga Provinsi Papua dan Papua Barat akan memperoleh dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang lebih tinggi dari provinsi lain karena di tahun ini.

Kemudian Mendikbud juga kreatif, dimana pada saat turun ke Pulau Soop, terdapat anak-anak sekolah yang kesulitan mengakses transportasi. “Tepat pada saat itu juga, Mas Menteri menyumbang sebuah kapal dan muncul ide kreatif dengan membuat sistem transportasi agar guru dan anak anak bisa jalan bersekolah dengan bantuan pemerintah,” tandas Billy.

Sejalan dengan itu, anggota komisi X DPR RI, Robert Joppy Kardinal yang berasal dari Papua Barat merasa terharu dan bangga dengan terobosan-terobosan yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) khususnya pendidikan di Indonesia bagian timur. “Saya kira dengan mengunjungi 13 lokasi Mendikbud sudah bisa melihat 80 persen masalah di tempat lain juga seperti itu. Pasti DPR akan mendukung dengan cara mendorong anggaran lebih banyak lagi dan tepat sasaran,” ucap Robert.