Kampus Merdeka untuk Akselerasi Entrepreneurship dan Pemulihan Ekonomi  29 April 2021  ← Back

Jakarta  - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud kembali berpartisipasi membagikan pengetahuan dan gagasan terkait Kampus Merdeka sebagai pemulihan ekonomi dan masa depan bangsa dalam acara Indonesia Youth Forum (IYF) 2021, Rabu (28/04). Kegiatan IYF tahun ini bertujuan untuk memberikan wawasan terhadap para pemuda dalam menghadapi krisis yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 agar dapat membangun kembali perekonomian di Indonesia dan menciptakan perubahan. Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendikbud Nizam, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Ambassador of India Shri Manoj K. Bharti dan para mahasiswa dari Sabang sampai Merauke.

Dirjen Dikti Nizam menyambut sangat baik kegiatan tersebut, karena ini merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi revolusi industri dengan membekali kecakapan kompetensi yang adaptif, entrepreneurial, complex problem solver.

“Oleh karena itu perlu kecakapan lintas disiplin keilmuan, agar adik-adik tidak hanya mengetahui satu keilmuan secara sempit tetapi bisa berinteraksi lintas keilmuan untuk menghasilkan kreativitas inovasi baru,” pungkas Nizam.

Nizam katakan dengan keragaman budaya daerah dan kesenian yang ada di Indonesia merupakan suatu keunggulan yang dimiliki oleh DNA anak-anak bangsa, terbukti ketika hal tersebut dikawinkan dengan penguasaan ilmu pengetahuan teknologi, yang lahir adalah raksasa-raksasa ekonomi baru.

"Enam dari sebelas unicorn dan decacorn yang ada di Asia Tenggara lahir dan besar di Indonesia. Hal ini merupakan bukti bahwa kreativitas milenial Indonesia luar biasa dan hal tersebut harus diakselerasi dan diperkuat agar melahirkan para kreator baru," terangnya.

Untuk itu, perguruan tinggi dalam menghadapi disrupsi ini tidak boleh ada mata rantai yang putus (broken link) antara perguruan tinggi dengan dunia kerja yang dinamis sekali perubahannya. Sehubungan dengan itu, kebijakan Kampus Merdeka hadir memberikan kesempatan kepada seluruh mahasiswa untuk bisa mengambil mata kuliah fakultas lain sampai 20 SKS bagian dari 144 SKS wajib sarjananya dan kesempatan 40 SKS untuk belajar di kampus kehidupan (learning for experience). Dengan demikian mahasiswa yang mempunyai potensi yang berbeda satu dengan yang lainnya, aspirasi yang berbeda-beda itu akan terakumulasi dan akan berkembang secara optimal.

“Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila," jelas Nizam.

Lebih jauh Nizam menjelaskan program Kampus Merdeka memiliki 9 program untuk menciptakan SDM unggul, antara lain 1). Pertukaran Mahasiswa, yang merupakan program kolaborasi antar mahasiswa baik nasional maupun internasional yang bertujuan untuk menciptakan persahabatan global serta peluang bisnis atau kerja sama global, 2). Magang di dunia profesi yang akan dimasuki, 3). Mengajar di Sekolah, yang saat ini terdapat 15.000 mahasiswa yang mendampingi para guru di sekolah pelosok yang terkena dampak dari pandemi ini dengan membantu pembelajaran bagi anak SD selama satu semester, 4). Penelitian, 5). Proyek kemanusiaan dengan terjun langsung berpartisipasi dalam membantu bencana, 6). Kewirausahaan, bagaimana menciptakan wirausaha yang unggul agar tercipta perusahaan startup baru dari anak bangsa, 7). Proyek Mandiri, 8).  Membangun Desa serta 9). Bela Negara.

Nizam menambahkan, “Harapan dari program-program tersebut output-nya adalah hard skill adik-adik lebih terasah, lebih siap memasuki dunia kerja, jadi keluar dari perguruan tinggi tidak hanya membawa selembar ijazah tetapi siap menjadi profesional, entrepreneur, scientist, birokrat politisi yang unggul melalui sinergi antara kampus dan kampus kehidupan.”

Indonesia berpeluang menjadi negara maju dengan penghasilan yang tinggi dengan adanya bonus demografi dan peluang dari revolusi industri 4.0, hal tersebut dapat tercapai dengan menciptakan SDM yang unggul. Nizam menegaskan, "Merdeka Belajar sebagai kebijakan untuk mewujudkan SDM yang unggul dan pelajar Pancasila yang tangguh."

Terakhir, Nizam menekankan ekosistem Kampus Merdeka harus diwujudkan dengan lingkungan kampus yang sehat, aman dan sinergi dengan para pemangku kepentingan. Penguatan ekosistem entrepreneurship dan program – program kewirausahaan yang dihubungkan dengan capital dan pelaku dunia usaha dunia industri (DUDI).

"Gotong royong antarkampus dan pelaku dan penerima pendidikan merupakan kunci membangun pendidikan tinggi ke depan," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno menyatakan bahwa kita mempunyai aset untuk bertahan dalam krisis karena populasi di Indonesia mengalami bonus demografi dengan usia produktif yang dominan. Ia juga menjelaskan bahwa adanya ekosistem kewirausahaan yang memumpuni adanya inkubator di dunia kampus sangatlah penting untuk memajukan ekonomi bangsa.

The best entrepreneurial idea itu mulainya di kampus, karena di kampus itu merupakan ekosistem yang mendorong inovasi, mendorong pro activity dan mendorong juga risk thinking, karena ada di lingkup kampus, relative ide-ide tersebut bisa lebih terkuras dengan presisi," katanya.
(YH/DZI/FH/DH/NH/SH)

Humas Ditjen Dikti
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Laman : www.dikti.kemdikbud.go.id
FB Fanpage : @ditjen.dikti
Instagram : @ditjen.dikti
Twitter : @ditjendikti
Youtube : Ditjen Dikti
E-Magz Google Play : G-Magz

#KampusMerdekaIndonesiaJaya
#DiktiSigapMelayani
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 2104 kali