KBRI Berlin Gelar Lokakarya Gamelan Jawa di Musikalische Werkst├Ątten  29 Juni 2021  ← Back



Berlin, 25 Juni 2021
--- Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Berlin melalui Rumah Budaya Indonesia (RBI) yang dikelola Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) RI menggelar lokakarya Gamelan Jawa dalam Musikalische Werkstätten, suatu perhelatan musik yang digelar untuk ke-29 kalinya oleh Akademi Musik Negara Bagian Berlin-Brandenburg (Landesmusikakademie Berlin-Brandenburg). Kegiatan ini diikuti pelajar kelas 3 hingga 13, dari tiga sekolah lanjutan tingkat atas (gymnasium).
 
Atdikbud Berlin, Ardi Marwan, mengungkapkan, dirinya amat bersyukur RBI dapat mengikuti kegiatan ini. “Sekolah-sekolah yang mengikuti kegiatan ini berasal dari Lichtenberg-Hohenschönhausen, Treptow-Köpenick, serta Marzahn-Hellersdorf dan Pankow. Acara digelar di FEZ Berlin pada 14 s.d. 18 Juni 2021 lalu. Dalam kegiatan ini, para peserta mengikuti lokakarya musik,” jelas Atdikbud Ardi. “
 
Senada dengan itu, Koordinator RBI Berlin, Birgit Steffan, mengatakan, “RBI mendapatkan kesempatan berharga bisa memberikan materi lokakarya tentang Gamelan Jawa dalam Musikalische Werkstätten tahun ini.”
 
Birgit yang sempat lima tahun tinggal di Surabaya itu menuturkan bahwa sekolah-sekolah yang mengikuti kegiatan ini memang berisi para siswa yang unggul dalam kesenian, terutama musik. “Karena itulah, para siswa tersebut tidak merasakan kesulitan ketika diajarkan untuk membuat musik dengan gamelan, walaupun pada kesempatan ini merupakan pengalaman pertama mereka memainkan alat musik tersebut. Para siswa juga sangat menikmati ketika diajar untuk memainkan gamelan,” jelas Birgit.
 
Adapun pemateri lokakarya adalah Trinawangwulan Sudarga, guru grup Gamelan Jawa di RBI Berlin. Dalam lokakarya, Sudarga tidak hanya memberikan pengajaran tentang bagaimana memainkan gong, kendang, atau kenong, tapi juga membawa para siswa lebih jauh mengenal Indonesia. Mereka diberikan pengetahuan tentang sejarah gamelan dan kebudayaan Indonesia, sehingga tidak hanya mampu memainkan gamelan, melainkan bisa mengenal Indonesia dalam konteks yang lebih luas.
 
’’Biasanya, setelah lokakarya, ada penampilan peserta. Tapi, karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, kali ini mereka hanya diajarkan bermain musik,’’ ungkap Trinawangwulan.
 
Pada pelaksanaan acara, penyelenggara mengimbau para peserta untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan yang ketat. “Para peserta harus menjaga jarak dan setiap peserta hanya memainkan satu alat musik selama acara berlangsung,” ujar dia. Sebagai informasi, Musikalische Werkstätten merupakan kegiatan tahunan. Pada 2020, kegiatan ini ditiadakan karena situasi pandemi dan kembali dilanjutkan pada 2021.
 
Dalam kegiatan ini, kata Birgit, peserta tidak hanya mendapatkan lokakarya Gamelan Jawa. “Mereka dapat berpartisipasi dalam lebih dari 30 lokakarya  musik dan tari,” ujar dia. Beberapa tema lokakarya yang ditawarkan, yakni orkes, perkusi Latin, paduan suara, beatboxing, tari jazz, tari Salsa, tari tradisional Vietnam, dan tari hiphop.
 
Atdikbud Ardi menjelaskan, bahwa kegiatan-kegiatan RBI Berlin secara perlahan akan dihelat secara luring. “Selain lokakarya gamelan, partisipasi RBI Berlin dalam Fête de la Musique 2021 pada 20-21 Juni lalu, menjadi salah satu test case untuk kembali menggelar kegiatan secara luring,” ungkap Ardi. Dilanjutkan Ardi, selama setahun terakhir, berbagai kegiatan RBI Berlin berpindah dari luring ke daring akibat pandemi. Namun, seiring situasi pandemi mulai mereda di Jerman, peluang untuk kembali mengadakan kegiatan secara langsung pun menjadi kian terbuka meksipun tetap dengan protokol kesehatan ketat sesuai aturan pemerintah setempat. 
 
“Namun, untuk kegiatan-kegiatan rutin seperti sarasehan, temu sastra, dan sinema, masih berlangsung daring.  “Mungkin mulai September kami mulai akan membawa kegiatan kembali luring. Semoga situasinya terus membaik,” harap Atdikbud Ardi. (Adi Marwan/Lydia)
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 4635 kali