KBRI Tokyo dan IPTIJ Gelar Edu Fair Bagi 40 Ribu Pekerja Migran Indonesia di Tokyo  29 Juni 2021  ← Back

Tokyo, 27 Juni 2021 --- Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo bersama Ikatan Persaudaraan Trainee Indonesia di Jepang (IPTIJ) menggelar pameran pendidikan “Edu Fair Virtual 2021” pada Minggu, (27/6). Wakil Duta Besar RI di Tokyo, Tri Purnajaya, dalam sambutannya menegaskan bahwa KBRI terus berupaya memperhatikan layanan pendidikan bagi seluruh WNI Jepang.

"Salah satu program KBRI Tokyo adalah peningkatan pelayanan akses pendidikan bagi seluruh WNI di Jepang. Pendidikan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) adalah perhatian serius kami, karena jumlah PMI di Jepang lebih dari 40 ribu. Kami ingin memfasilitasi layanan pendidikan bagi para PMI,” tutur Dubes Tri.

Dirinya mengakui, KBRI Tokyo bersama IPTIJ mengundang empat perguruan tinggi yang punya program pembelajaran jarak jauh dalam pameran ini. Keempat perguruan tinggi yang diundang adalah Universitas Bina Nusantara (Binus), Universitas Terbuka (UT), Universitas Siber Muhammadiyah (USM), dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Acara dibuka Ketua IPTIJ, Malik Abdul Azis dan turut dihadiri oleh Perwakilan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang, Reza Rustam.

“Dengan peningkatan kapasitas dan pendidikan, saya harap para PMI dengan status pemagang bisa ditingkatkan menjadi Specified Skilled Worker yang kebutuhannya sangat tinggi di sini," harap Wakil Dubes Tri.

Wakil Universitas Bina Nusantara di Jepang, Usman Naito, mengakui bahwa tidak sedikit perusahaan Jepang yang mensyaratkan ijazah setara S-1 apabila seorang pekerja ingin masuk level manajemen.  “Maka dari itu, pendidikan bagi PMI merupakan hal yang strategis dalam peningkatan karier,” jelas Usman.

Kepala PPMLN Universitas Terbuka, Pardamean Daulay memaparkan bahwa UT memiliki sistem dan proses pembelajaran yang begitu mudah diikuti oleh PMI. “UT juga menyediakan program pembelajaran jarak jauh untuk program magister dan doktoral,” imbuh Pardamean.

Direktur USM, Bambang Riyanta, menuturkan bahwa meskipun USM baru memiliki izin prinsip, dirinya percaya kiprah Muhammadiyah dalam bidang pendidikan akan dapat menjadi dasar kualitas proses pembelajaran yang baik.

Senada dengan itu, Perwakilan PENS, Ressa Akbar, mengungkapkan bahwa salah satu solusi pendidikan tinggi 4.0 yang bisa mengurangi penyebaran pandemi Covid-19 adalah pembelajaran jarak jauh. “PENS sudah sangat pengalaman dan banyak bekerja sama dengan beberapa sekolah menengah negeri kejuruan dengan moda lebih banyak synchronus,” kata Ressa.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) RI di Tokyo, Yusli Wardiatno, turut mengapresiasi UT  dan Universitas Binus yang memberikan beasiswa bagi peminat yang langsung mendaftarkan dirinya hari ini.

"Edu Fair ini merupakan upaya yang baik. Dengan tawaran program dari empat kampus ini, KBRI Tokyo berharap PMI bisa punya pilihan yang sesuai cita-cita. Semoga PMI yang hadir hari ini bisa tetap berprestasi di tempat magang, tetapi juga mampu memperoleh pengetahuan tambahan dan ijazah nantinya bila memutuskan ikut program pendidikan jarak jauh,” pungkas Atdikbud Yusli.







Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman: kemdikbud.go.id
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

#MerdekaBelajar
Sumber : Siaran Pers Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor : 300/sipres/A6/VI/2021

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 864 kali