KBRI Tokyo Dukung USAHID Perluas Akses Pendidikan bagi WNI  08 Juni 2021  ← Back



Tokyo, Kemendikbudristek --- Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Tokyo, Yusli Wardiatno, menyambut antusias upaya Universitas Sahid (USAHID) menawarkan program pendidikannya untuk warga negara Indonesia (WNI) di Jepang. “KBRI Tokyo akan selalu siap membantu internasionalisasi perguruan tinggi Indonesia,” ujar Yusli. Saat ini USAHID tengah berupaya menarik minat mahasiswa asing dan WNI yang tinggal di Jepang dan Oman melalui promosi daring program magister (S-2) dan doktoral (S-3) dengan mengundang KBRI Tokyo, Jepang, dan KBRI Muscat, Oman.

Dalam promosi daring tersebut, Yusli menyarankan agar USAHID juga harus menawarkan program sarjana bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berjumlah sekitar 40-ribu di Jepang. “Dengan demikian, USAHID akan turut membantu program perluasan akses pendidikan bagi warga negara Indonesia yang tengah digalakkan KBRI,” tutur Yusli.

Dijelaskan Yusli, di Jepang, sekitar 40 ribu PMI pada umumnya memiliki level pendidikan menengah, yaitu SMA dan SMK, dengan status pemagang (kenshusei). “Oleh karenanya, kami sarankan USAHID juga menawarkan program sarjana online dengan target PMI pemagang,” ujar Yusli. Program tersebut, lanjut Yusli, harus diperkaya dengan peningkatan kemampuan bahasa Jepang.

“Ini supaya dapat membantu PMI pemagang yang memerlukan peningkatan kompetensi berbahasa Jepang hingga N3 atau N4 sebagai syarat konversi menjadi toku teginou (specified skilled worker)”, terang Yusli kala diminta masukan oleh Direktur Sekolah Pascasarjana USAHID, Marlinda Irwanti Poernomo.

Diakui Marlinda, ia begitu terkesan dengan perhatian dan upaya perlindungan KBRI Tokyo pada WNI melalui layanan program pendidikan yang tengah dikembangkan. Ia juga menyambut baik saran Atdikbud Tokyo untuk menawarkan program sarjana pada WNI di Jepang.

Marlinda mengungkapkan, kerja sama KBRI Tokyo dengan perguruan tinggi yang menawarkan program jarak jauh merupakan salah satu cara terbaik untuk meningkatkan investasi pendidikan di masa pandemi Covid-19. “Sehingga anak-anak bangsa yang tengah magang dan berada di luar negeri pun bisa tetap bersekolah sambil bekerja,” kata Marlinda.

Perwakilan dari KBRI Muscat, Vahrul Adhi, juga memberikan apresiasi dan turut mendukung promosi program studi (prodi) pascasarjana USAHID. Di penghujung acara, beberapa prodi yang hadir pun turut memaparkan program dan kurikulum masing-masing.* (Lydia/Desliana)
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 2772 kali