Kemendikbudristek Umumkan Pemenang Kreasi Lagu Pelajar Pancasila 2021  19 Juli 2021  ← Back

Jakarta, 17 Juli 2021 --- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) mengumumkan pemenang Kreasi Lagu Pelajar Pancasila (KERLAP) 2021. Ajang ini diselenggarakan sebagai rangkaian memperingati Hari Lahir Pancasila dan bertujuan untuk memberikan ruang bagi peserta didik dalam menuangkan ide dan kreativitasnya dalam berkreasi di masa pandemi ini.

Untuk masing-masing kategori yang meraih juara I, yakni kategori kreasi gerak lagu dimenangkan oleh Atika Zahra Ratifa dari TK Batik PPBI, DI Yogyakarta, kategori video klip animasi dimenangkan oleh Akmal Maulana dari SMAN 3 Sukabumi, Jawa Barat, kategori cover lagu solo tingkat SD dan SMP dimenangkan oleh Shelomita Gasya Amory dari PKBM Tunas Harapan Salatiga, Jawa tengah, kategori cover lagu solo tingkat  SMA dan Perguruan Tinggi dimenangkan oleh Bernadeta Salwa Nirina Kaylasari dari SMAN 2 Madiun, Jawa Timur, kategori cover lagu band dimenangkan oleh Ammara Saskaradevi Cahyadi dari SMA Labschool Kebayoran, DKI Jakarta, dan kategori duet Tiktok dimenangkan oleh Natalia dari Universitas Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

“Selamat kepada pemenang karena ajang ini merupakan wadah untuk mengasah nilai profil Pelajar Pancasila dalam diri generasi muda dan membumikan lagu pelajar Pancasila,” ujar Kepala Puspeka, Hendarman dalam sambutannya pada Puncak Apresiasi Kreasi Lagu Pelajar Pancasila (KERLAP) 2021, secara virtual pada Sabtu (17/7).

Ia menambahkan bahwa pengumpulan karya pada ajang kreasi ini telah berlangsung sejak tanggal 1 Juni sampai dengan 30 Juni 2021. Ajang ini diikuti oleh peserta dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, SLB sederajat, SILN, dan Perguruan Tinggi. “Peserta yang mengirimkan karya tidak hanya di wilayah Republik Indonesia, tetapi juga mereka yang berada di sekolah Indonesia di luar negeri dan perguruan tinggi,”  ungkap Hendarman.

Hendarman menjelaskan bahwa jumlah total peserta yang mengirimkan karya yang layak setelah proses kurasi, yaitu sebanyak 469 karya dari 528 karya yang masuk dan terdiri dari 32 provinsi di Indonesia.   

Sementara itu, juri KERLAP ini terdiri atas unsur internal Puspeka, unit terkait di Kemendikbudristek dan dari dunia seni kreatif, seperti untuk kategori gerak dan lagu, Gianti Giadi (Edukator Tari dan Koreografer), kategori video klip animasi, Keenan Pearce (Founder Stoik Trisula), kategori duet TikTok, Angga Anugrah (Head of Operation TikTok Indonesia), kategori cover lagu solo, Widi Mulia (Aktris dan Penyanyi), Kikan Namara (Penyanyi Lagu Pelajar Pancasila), dan Eka Gustiwana (Pencipta Lagu Pelajar Pancasila) serta kategori cover lagu band, Tantri (Vokalis Band Kotak).

Pada kesempatan yang sama, Eka Gustiwana dan Kikan Namara sebagai Pencipta dan Penyanyi Lagu Pelajar Pancasila merasa sangat terhormat terlibat dalam ajang ini terutama dengan antusiasme dan penghayatan para peserta dalam menginterpretasikannya melalui kreasi video. “Karya luar biasa, niat dan antusiasme dalam menyanyikan lagu ini penuh penghayatan,” ujar Eka. Selanjutnya, pendapat Kikan. “Kebanggaan dan merasa terhormat sebagai penyanyi asli menilai dan melihat langsung interpretasi karya teman-teman serta mengupayakan dan memberikan yang terbaik,” ungkap Kikan.

Widi Mulia dan Gianti Giadi juga tidak kalah bangganya melihat karya-karya yang otentik sehingga menghasilkan penampilan yang utuh dan selaras. “Nilai produksi pada videonya indah sekali secara penampilan utuh dan sangat selaras,” ujar Gigi. Kemudian Widi berpesan. “Tetaplah menjadi kalian yang memiliki keberanian, yang kalian bikin asli otentik dan bernilai guna,” pesan Widi.

Lebih lanjut, menurut Keenan Pearce. “Ajang ini menjadi sebuah ledakan inspirasi dimana kita tetap memiliki ruang-ruang untuk berkarya. Semoga ini menjadi batu loncatan untuk lebih banyak lagi memberikan ruang untuk pelaku kreatif mengekspresikan karya-karyanya,” tutur Keenan.

Angga Anugrah juga tidak kalah bangganya dengan para nominator pada acara ini, “Kualitas suara yang baik disertai pemanfaatan fitur-fitur pada aplikasi TikTok dan penghayatan juga sangat baik,” ungkapnya.

Tidak kalah pentingnya, Tantri turut memberikan catatan kepada para Sahabat Karakter (sebutan untuk peserta dan pengikut media sosial Puspeka) untuk terus maju mengisi pembangunan dengan hal-hal yang kreatif walaupun dalam kondisi terbatas. “Maju terus generasi muda, ayo isi pembangunan dengan hal-hal yang kreatif. Saya mengapresiasi Sahabat Karakter bisa membuat karya walaupun dalam keterbatasan saat ini,” pungkasnya.







Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal    
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman: kemdikbud.go.id    
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id
Sumber : Siaran Pers Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor: 346/sipres/A6/VII/2021

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 232 kali