Pemelajar Kelas Bahasa Indonesia di Amerika Turut Memeriahkan HUT ke-76 RI  21 Agustus 2021  ← Back

Washington DC, 19 Agustus 2021 --- Dalam menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Republik Indonesia, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Amerika Serikat menggelar pertunjukan dengan judul “Persahabatan Negeri Garuda dan Negeri Elang” pada Selasa (9/8) secara virtual. Para peserta pada pertunjukan ini merupakan warga negara Amerika Serikat yang tergabung pada kelas Bahasa Indonesia tingkat pemula dan tingkat menengah Musim Semi tahun 2021.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) di Washington DC, Popy Rufaidah menuturkan pertunjukkan ini membuktikan antusiasme pelajar kelas Bahasa Indonesia yang merupakan warga Amerika dalam menyambut HUT ke-76 RI. “Saya sangat bangga, banyak orang Amerika yang sangat cinta dengan Indonesia. Mereka antusias menunjukkan kehebatan mereka dalam berbahasa Indonesia melalui lakon ini,” ujar Popy dalam sambutannya.

Selain bertepatan dengan HUT ke-76 RI, bulan ini juga bertepatan dengan tahun ke -73 hubungan diplomatik Indonesia dan Amerika. ”Semoga dengan adanya program ini, hubungan kedua negara semakin erat dan hangat,” harap Popy.

Pertunjukan ini dipandu oleh pemelajar kelas Bahasa Indonesia tingkat menengah, Arshelle Charter. Ia adalah seorang staf administrasi di sebuah organisasi nirlaba yang tinggal dan menetap di Richmond, Virginia. Arshelle yang bertugas menjadi MC ini terlihat begitu lancar berbahasa Indonesia dalam memandu acara.

Salah satu pelajar dari kelas pemula yang ikut meramaikan acara pertunjukan ini adalah Charlie Schulman, seorang pelajar SMA yang tinggal dan menetap di Bethesda, Marryland. Sebelumnya, Charlie telah belajar Bahasa Indonesia selama satu tahun. Selanjutnya, ada Janika Berridge. Jenika adalah seorang konselor penerimaan (Admissions Counselor) di Jersey city, New Jersey. “Ini bukan pertama kalinya bagi Janika mengenal bahasa Indonesia, karena sebelumnya ia telah mempelajarinya selama tiga bulan dan bahkan sempat tinggal di Indonesia selama enam bulan,” imbuh Popy.

Pengalaman yang sama juga dirasakan oleh Christopher Allen Price yang telah mengenal bahasa Indonesia sebelumnya. Christopher, seorang direktur di bidang engineering juga pernah tinggal di Indonesia selama enam  minggu. Penampil lain dari kelas pemula adalah Bruce Schulman yang bekerja di bidang investasi dan menetap di Bethesda, Marryland. Walau pun Bruce belum pernah tinggal di Indonesia, tetapi ia sudah mempelajari Bahasa Indonesia selama satu tahun. “Hal itu membuatnya lancar dalam menggunakannya,” ujar Popy.

Peserta berikutnya, Daniel V Gossard yang sebelumnya sudah dua tahun mempelajari Bahasa Indonesia. Daniel merupakan seorang Management/Direkur Sherwin-Williams Company. Daniel yang tinggal dan menetap di Hagerstown, Marryland ini turut bergabung di kelas Bahasa Indonesia yang diadakan oleh KBRI. Di samping itu, yang juga menjadi salah satu pengisi acara adalah Ellen Morse. Ellen merupakan pensiunan yang tinggal di Greenville, Carolina Selatan. Pada tahun 1990,  Ellen pernah tinggal di Indonesia cukup lama yaitu sekitar empat tahun.

Sebuah penampilan yang mencuri perhatian datang dari John A. Krebs yang membuka acara dengan bermain piano membawakan lagu Indonesia Raya. John merupakan seorang guru yang tinggal di Conway, Arkansas. “Semangat kemerdekaan Republik Indonesia sungguh terasa ketika John memainkan lagu kebangsaan Indonesia dengan pianonya,” ungkap Popy.

Penampil terakhir dari kelas pemula adalah Kristin Gerlach, seorang broker Real-Estate di Chevy Chase, Marryland. Wanita yang telah berpengalaman selama 45 tahun di dunia real-estate ini tampil dengan membaca sebuah puisi anak-anak berjudul Kupu-Kupu.

Penampilan selanjutnya, ditunjukkan oleh 10 orang pelajar Bahasa Indonesia pada kelas menengah. Salah satunya adalah Alexander Litz, seorang siswa dari Louisville, Colorado. “Walaupun belum pernah sekalipun berkunjung ke Indonesia dan belajar Bahasa Indonesia, Litz tampil percaya diri menunjukkan hasil belajarnya di kelas,” pungkas Popy.

Selanjutnya, Trey Atticus Spadone, berusia 22 tahun yang sebelumnya telah mempelajari Bahasa Indonesia dari pendidikan formal selama enam bulan dan dua tahun belajar informal. Popy menuturkan, Trey pernah tinggal di tiga tempat di Indonesia, yaitu Yogyakarta selama dua bulan, Kota Malang selama dua bulan, dan Bali selama tiga bulan.

Sementara itu, Susana Merary Romero Benítez tampil memukau menyanyikan lagu dari Nadin Amizah, salah satu penyanyi muda kenamaan Indonesia. Penampilan Susana, seorang pelajar dari San Miguel, EL Salvador, mengundang banyak kekaguman dari penonton. Peserta dengan suara merdu dan menenangkan ini sebelumnya telah belajar Bahasa Indonesia selama enam bulan. “Pantas saja dia menyanyikan lagu ‘Seperti Tulang’ dengan fasih,” ucap Popy.

Ada juga Natalie Grace Rehberger, yang membaca puisi karya Toeti Heraty dengan penuh penghayatan. Natalie tinggal dan menetap di Washington, D.C. Pegawai program multi regional ini sudah mempelajari Bahasa Indonesia selama dua tahun sebelum mengikuti program kelas bahasa ini.

Selanjutnya, Charles Brandon Stauft, seorang scientist asal Silver Spring, Marryland. Popy mengatakan kecintaannya akan bahasa Indonesia terbukti dari kegigihannya belajar Bahasa Indonesia selama sepuluh tahun meskipun dirinya belum pernah sekalipun datang atau tinggal di Indonesia.

Kemudian ada seorang pegawai negeri asal Silver Spring, Marryland, Scott Cheney-Peters yang tidak mau melewatkan acara ini. “Setelah sebelumnya ia belajar Bahasa Indonesia, kini ia tergabung dalam kelas yang diadakan secara virtual ini dan ikut serta dalam pagelaran yang diadakan di akhir semester ini,” tutur Popy.       

Penampilan selanjutnya ditunjukkan oleh Aimee Thostenson dengan menceritakan salah satu pahlawan Indonesia, R.A. Kartini. Aimee telah belajar Bahasa Indonesia selama 6 bulan di Indonesia. Hal itu dilakukannya ketika ia tinggal di Indonesia pada tahun 1993.

Keseruan acara malam itu berlanjut dengan penampilan Erica Skadsen. Ia belajar Bahasa Indonesia sebelumnya melalui dua program yang pernah diikutinya, yaitu program yang diadakan oleh Southeast Asian Studies Summer Institute (SEASSI) dan program Critical Language Scholarship (CLS) Malang.

Hani Brooks, 55 tahun, juga menjadi salah satu pengisi acara pada malam itu. Meskipun tidak semuda peserta yang lain, semangatnya mempelajari Bahasa Indonesia perlu diacungi jempol. Ia sudah mempelajari Bahasa Indonesia selama satu tahun sebelum bergabung dengan kelas Bahasa Indonesia musim semi ini.

Acara ditutup dengan sebuah penampilan menarik dari Paul Bryan Oman. Pengalamannya belajar Bahasa Indonesia selama dua tahun menjadi bekalnya megikuti kelas virtual yang diadakan KBRI. Paul merupakan seorang pengacara yang tinggal dan menetap di Woodbridge, Virginia.

“Para penonton yang ikut hadir secara virtual memuji para peserta karena mereka menunjukan kemampuan yang luar biasa. Bukan hanya kemampuan berbahasa Indonesia tetapi juga kreatif dan memiliki jiwa seni serta semangat yang tinggi,” pungkas Popy. Untuk mengakses rekaman Facebook Live Virtual Showcase Indonesian Language Beginner dan Intermediate Class, dapat melalui tautan https://bit.ly/fb-show-interbeg.