Dubes Indonesia untuk Jepang Resmikan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar Nagoya  11 Oktober 2021  ← Back

Tokyo, 8 Oktober 2021 --- Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang dan Federasi Mikronesia, Heri Akhmadi, meresmikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nagoya dan berdialog dengan Komunitas Muslim Indonesia (KMI) Nagoya dan Ketua Toyota Indonesia Group (TIG) bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Yusli Wardiatno dalam kunjungan kerjanya ke wilayah Nagoya.

"Bagi Pemerintah Indonesia, pendidikan sangat penting. Maka, anggaran pendidikan termasuk yang dialokasikan tinggi pada belanja negara. KBRI Tokyo akan terus berupaya agar layanan pendidikan masyarakat di seluruh Jepang terpenuhi. PKBM ini juga diharapkan selain mencakup pendidikan dasar dan menengah, juga nantinya dapat menjadi pusat tutorial bagi pendidikan jarak jauh yang dilakukan oleh mitra KBRI seperti Universitas Terbuka atau Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dengan  target para pemagang yang jumlahnya sampai saat ini sekitar 37 ribu orang," kata Dubes Heri dalam sambutannya, Sabtu (8/10).

“PKBM Nagoya unik karena diusulkan mahasiswa yang tergabung dalam PPI Nagoya dan KMI, serta difasilitasi diaspora wirausahawan Indonesia, Mardiansyah, yang berkantor di ASEAN Nagoya Center,” tambah Dubes Heri.

Peresmian ditandai pemotongan tumpeng yang langsung diberikan pada Kepala Sekolah sekaligus Mahasiswa Program Doktoral di Waseda University, Diyah R. Tohari. Selain itu, Dubes Heri juga menyerahkan Surat Keputusan Duta Besar tentang pendirian PKBM Nagoya kepada Diyah.

Sementera itu, Atdikbud Yusli Wardiatno menyebutkan bahwa ini merupakan PKBM ketiga yang diresmikan oleh Dubes Heri Akhmadi. Ke depan akan ada lagi PKBM yang akan diresmikan oleh Dubes di wilayah Jepang yang banyak dihuni oleh WNI.

"Salah satu target pendirian PKBM adalah untuk memperluas jangkauan pelayanan dengan menjadi pusat pendidikan agama dan kebangsaan. KBRI Tokyo ingin memastikan bahwa anak-anak Indonesia patuh pada agamanya masing-masing, dan paham pengetahuan dasar negara Pancasila serta bahasa nasional mereka, Bahasa Indonesia. Mereka juga nanti diajarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu-lagu nasional lainnya. Supaya hapal meski tinggal di negeri orang," tutur Atdikbud Yusli.

Cikal bakal PKBM ini, diterangkan Atdikbud Yusli, adalah kegiatan PPI Nagoya yang dinamakan Sekolah Bhinneka. Acara peresmian dilakukan di ASEAN Nagoya Center dengan dihadiri Ketua KMI sekaligus pemilik toko serba ada (toserba) halal di Nagoya, Didik Kurniawan.

Lepas acara peresmian, Dubes Heri menggelar diskusi terkait kesiapan Pameran Tenun Ikat yang direncanakan akan dihelat bersama PPI Nagoya dengan Toyota Indonesia Group (TIG) di Gedung Toyota International Association (TIA) pada minggu ketiga November 2021. Dubes Heri menyarankan agar pameran tersebut diperluas menjadi kegiatan Indonesian Day dan dilakukan bersamaan dengan pelayanan konsuler dan imigrasi dari KBRI.

Usul tersebut disambut baik Ketua TIG, Moelyono, yang juga merupakan salah satu direktur TIA. “Kami berkomitmen menyukseskan Indonesian Day,” ucap Moelyono yang diamini Ketua PPI Nagoya, Daffa Sean Adinegoro.







Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman: kemdikbud.go.id    
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

#SerentakBergerak
#MerdekaBelajar
Sumber : Siaran Pers Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor: 594/sipres/A6/IX/2021

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 293 kali