Tanggapi Ancaman Perubahan Iklim, SEAMEO Biotrop Berkolaborasi dengan Masyarakat Lintas Profesi  12 Oktober 2021  ← Back



Bogor, Kemendikbudristek --- The Southeast Asian Regional Centre for Tropical Biology (SEAMEO Biotrop) menyelenggarakan Internasional Workshop in Climate Change  (IWCC) pada tanggal 7-8 Oktober 2021 lalu, dengan tema  "Indonesia Sea as Global Climate Engine: Climate Change and Coastal Resilience. Workshop yang diadakan dalam moda campuran (daring dan luring) ini diharapkan menjadi tempat berbagi pengetahuan, peningkatan pemahaman publik tentang bagaimana pentingnya mewujudkan ketahanan pesisir serta meningkatkan interaksi antara pemerintah, universitas, praktisi, dan mitra pembangunan untuk mengelola bencana pesisir menuju ketahanan pesisir.

Direktur SEAMEO Biotrop, Zulhamsyah Imran, dalam sambutannya menyampaikan bahwa SEAMEO Biotrop melakukan refocusing program dan area prioritas. Program unggulan refocusing tersebut terdiri dari Restorasi dan Konservasi Ekosistem, Keanekaragaman Hayati Penggunaan Berkelanjutan, Bioenergi, Bioteknologi untuk mendukung ketahanan pangan, dan Ketahanan dalam Menghadapi Perubahan Iklim Global dalam integrasi dengan teknologi 4.0.

“Hal ini merupakan tindakan nyata untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati untuk menanggapi ancaman perubahan iklim dengan mengundang semua lembaga yang terlibat untuk berkolaborasi satu sama lain, untuk bekerja sama dalam menyelamatkan keanekaragaman hayati,” ujar Zulhamsyah di Bogor (7/10).

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Rektor Institut Pertanian Bogor, Arif Satria, yang juga merupakan Dewan Pembina SEAMEO Biotrop dari Indonesia. Dalam pidato pembukaan, ia menyatakan bahwa keanekaragaman hayati Indonesia adalah salah satu latar belakang akan kebutuhan terhadap Konsep Agro Maritim sebagai fokus pembangunan.

Konsep Agro Maritime 4.0 diperlukan untuk menjaga aset keanekaragaman hayati dari gunung ke laut yang kemungkinan rusak karena perubahan iklim. “Saya berharap IWCC akan menjadi tempat untuk berbagi dan berdiskusi untuk mendapatkan solusi terbaik untuk masalah keanekaragaman hayati yang disebabkan oleh perubahan iklim di banyak negara di dunia. Selai itu, saya berharap lokakarya ini akan menghasilkan working paper untuk menyebarkan pentingnya melestarikan keanekaragaman hayati selama perubahan iklim,” terangnya.

Workshop Internasional ini terbagi menjadi Plenary Speech, Parallel, dan Talkshow. Sebanyak 24 materi dipresentasikan dalam kegiatan ini. Acara ini turut dihadiri oleh Dekan Sekolah Vokasi IPB, Arief Daryanto. Secara keseluruhan, peserta yang hadir secara daring sebanyak 403 orang dan luring 8 orang.

Mereka adalah peneliti, praktisi, dosen, mahasiswa, guru SMA atau SMK, dan masyarakat umum dari beberapa negara di Asia Tenggara.  Empat orang Pembicara dari Amerika Serikat dan satu orang dari Inggris juga turut berpartisipai dalam kegiatan ini.* (wk/rf/Denty A.)


Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:
Haritz, Cahya Nugraha
IWCC Public Relation
SEAMEO BIOTROP
Email: kmd@biotrop.org
Website:  www.biotrop.org
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 1803 kali