Sekolah Indonesia di Tokyo Gelar Upacara Hari Guru Nasional dan Beri Penghargaan pada Guru  26 November 2021  ← Back

Tokyo, 26 November 2021 --- Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT) Jepang mengadakan Upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2021 di Aula SRIT, Kamis (25/11) yang dihadiri seluruh warga sekolah. Upacara diawali menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan penghormatan pada bendera Merah Putih. Pidato HGN Menteri Pendidikan, kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim pun dibacakan dalam pacara ini.

Warga sekolah juga dengan khidmat menyanyikan Himne Guru dan menyerahkan sertifikat penghargaan kepada seluruh guru dan karyawan. Penyerahan sertifikat dilakukan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud), Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Yusli Wardiatno. Ketua OSIS SRIT, Mevia Nichele Tjandra yang duduk di Kelas XI IPA menjadi pemimpin upacara, dan Kepala SRIT Saidan menjadi pembina upacara.

Atdikbud Yusli yang ditemui pada kesempatan ini, mengapresiasi jasa dan pengabdian para guru. Dirinya juga memotivasi para guru agar tetap bersemangat dalam menunaikan tugas mendidik generasi masa depan.

Rangkaian upacara ditutup kejutan manis oleh para siswa anggota OSIS, berupa penyerahan karangan bunga yang masing-masing diberi label nama dan foto para guru dan tenaga kependidikan dengan tulisan "Terima kasih atas pengabdian dan jasa Bapak Ibu Guru".

Dibacakan pula pantun interaktif per kelas  secara bersama-sama oleh siswa sekelas di depan barisan guru dan tenaga kependidikan dan Atdikbud RI.

Diakui Atdikbud Yusli, dirinya mengingatkan pesan Menteri Nadiem dalam Pidato HGN pada para guru.
“Mendikbudristek menegaskan bahwa pandemi tidak memadamkan semangat para guru, tapi justru menyalakan obor perubahan,” tutur Atdikbud Yusli.

Sebelumnya, Mendikbudristek pada HGN 2021 menyampaikan bahwa Kemendikbudristek mendengarkan harapan guru-guru akan perubahan pendidikan ke arah yang lebih baik, akses terhadap teknologi dan pelatihan yang relevan dan praktis, kurikulum yang sederhana dan bisa mengakomodasi kemampuan dan bakat setiap murid yang berbeda-beda, dan pemimpin-pemimpin sekolah berpihak kepada murid, bukan pada birokrasi.

Merespons hal tersebut, Atdikbud Yusli juga menyampaikan pentingnya bagi para siswa untuk selalu mengingat dan menghargai jasa para guru. "Dalam perjalanan sukses setiap manusia dan siswa di sekolah, tak pernah lepas dari peran, perjuangan dan jasa guru selain orang tua kita. Maka, anak-anak harus senantiasa mengingat jasa para guru dan menghormati mereka,” tutur Yusli.

"Tidak ada istilah mantan guru karena dari gurulah kita mendapatkan ilmu, bimbingan dan pendidikan yang berguna dalam hidup kita," imbuh Yusli.

Perwakilan Guru SRIT, Rina Pujaningsih Kusumaningrum, menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas perhatian dan kepedulian para siswa pada momen HGN. "Bapak dan Ibu Guru selalu mencurahkan kasih sayang dan doa untuk suksesnya anak-anak semua. Bapak Ibu guru juga sangat bangga dan apresiasi atas kerja sama, kekompakan dan kreativitas anak-anak dalam berbagai kesempatan tampilan seni budaya," ujar Rina.  







Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman: kemdikbud.go.id    
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

#MerdekaBelajar
#BergerakDenganHati
#DemiKemajuan
#GuruPenggerak
#SekolahPenggerak
Sumber : Siaran Pers Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor: 738/sipres/A6/XI/2021

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 490 kali