Mahasiswa Doktoral Indonesia di AS Paparkan Riset Teknik  13 April 2022  ← Back



Washington D.C., 6 April 2022 --- Direktur Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Dwi Larso, dalam kesempatan ini menuturkan bahwa Pemerintah Indonesia berkomitmen menambah dan terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia bidang teknik, salah satunya melalui beasiswa magister dan doktoral bidang teknik atau engineering ke luar negeri.
 
Hal ini disampaikannya dalam sambutan Webinar Bincang Karya (Bianka) dengan tema “Teknik Industri, Kimia dan Nuklir serta Radiologi”, Selasa (5/4), yang digelar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington D.C. secara daring.
 
Sepakat atas hal tersebut, Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Roesan P. Roeslani, mengungkapkan, “Pendidikan teknik untuk generasi muda Indonesia sangat penting. Selain sipil, lingkungan, listrik, dan mekanik, kita perlu mengembangkan SDM muda bidang kimia, nuklir, dan radiologi di universitas-universitas terbaik di dunia, khususnya di Amerika Serikat. Supaya, mereka dapat mempelajari hasil penerapan ilmu pengetahuan, antara lain nuklir sebagai salah satu sumber energi masa depan yang dapat membawa manfaat besar bagi manusia.”
 
Dubes Rosan menekankan bahwa teknik nuklir merupakan salah satu bidang studi penting yang ditawarkan perguruan tinggi untuk mengembangkan kompetensi sumber daya manusia untuk kesejahteraan manusia, melalui penggunaan yang aman.
 
Mahasiswa Program Doktor Bidang Teknik Kimia di University of Houston, Muhammad Fiji, memaparkan risetnya tentang material ziolit. “Riset saya bertujuan memahami, mensintesis, serta mendesain ziolit dan mengendalikan sifat-sifatnya, seperti: struktur, ukuran, komposisi, dan morfologi. Sebab, sifat-sifat inilah yang menjadi faktor penentu atau driving force dan menentukan efek efisiensi ziolit sebagai katalis dalam berbagai reaksi kimia,” terang Fiji.
 
Mahasiswa Teknik Nuklir di Purdue University, Muhammad Rizki Oktavian, menguraikan bidang risetnya, yaitu tentang “perkawinan” antara fisika reaktor dan scientific computing atau metode perhitungan dengan menggunakan komputer. “Beberapa riset saya, antara lain: pengembangan metode komputasi untuk reaktor maju untuk reaktor generasi terbaru, analisis dampak penggunaan uranium pengayaan tinggi pada pada reaktor yang sekarang, desain untuk reaktor maju terutama dengan jenis reaktor dengan suhu yang tinggi, optimisasi bahan bakar reaktor nuklir untuk mencapai tingkat keselamatan, dan ekonomi yang lebih baik daripada operasi reaktor tersebut,” ucap Rizki.
 
Rizki pun menjelaskan salah satu riset yang sedang ia kerjakan, yakni tentang sodium-cooled fast reactor. “Inilah reaktor generasi maju yang bahan pendinginnya menggunakan sodium, dan bukan menggunakan air. Pada umumnya reaktor itu didinginkan oleh air,” tutur Rizki.
 
Diungkapkan Rizki, keunggulan reaktor ini adalah dapat digunakan sebagai reaktor pembiak. “Maksudnya adalah dari operasi reaktor ini, dapat dihasilkan bahan bakar baru sehingga dapat digunakan lagi untuk operasi berikutnya dan reaktor tersebut juga dapat menggunakan bahan bakar bekas dari reaktor lain,” tutur Rizki.
 
Sementara itu, Harun Ardiansyah, kandidat doktor Department of Nuclear, Plasma, and Radiological Sciences di University of Illinois at Urbana-Champaign, menjelaskan risetnya tentang analisis “noise”, yaitu power reactor noise analysis. Menurutnya, yang dimaksud noise di sini adalah fluktuasi. “Saya penasaran bagaimana sebenarnya dampak dari fluktuasi-fluktuasi ini, yang pasti terjadi di semua jenis mesin, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), serta bagaimana dampaknya terhadap advanced reactor,” jelas Harun.
 
Riset ini, tambah Harun, meneliti cara mendeteksi noise dalam reaktor nuklir. “Salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah dengan memasang detektor dan menstimulasikan noise tersebut ke dalam reaktor nuklir,” ucap Harun.
 
Selain itu, diundang pula tiga perwakilan pejabat universitas tempat ketiga mahasiswa tersebut melanjutkan studi yaitu: Associate Dean, Graduate Programs & Computing Facilities, Cullen College of Engineering, Industrial Engineering dari University of Houston, Suresh Khator; Capt. James F. McCarthy, Jr. and Cheryl E. McCarthy, Head of the School of Nuclear Engineering dari Purdue University, Seungjin Kim, serta Head of Department of Nuclear, Plasma, and Radiological Engineering dari University of Illinois at Urbana-Champaign, Rizwan Uddin.
 
Ketiganya menjabarkan beragam bidang riset yang dikerjakan di institusinya saat ini. Dijelaskan Rizwan, University of Illinois at Urbana-Champaign tengah fokus pada beberapa bidang riset seperti Nuclear Power, Plasma/Fusion, Materials Science, Risk/Reliability/Safety, serta Radiological Application.
 
“Di area tenaga nuklir, neutronik, hidrolika, masalah kontrol siklus bahan bakar serta beberapa teknologi baru yang lebih modern yang sekarang sedang dibahas dalam hal, kecerdasan buatan, pembelajaran mesin, keamanan siber, analitik data semuanya sedang diterapkan,” tutur Rizwan.
 
Sementara itu, Seungjin Kim menceritakan tentang beragam laboratorium riset bidang Applied Intelligence System, BioElectrics dan ElectroPhysics. “Purdue University memiliki reaktor bernamaPUR-1 sebagai reaktor riset pertama dan satu-satunya terlisensi digital I&C 100 persen di AS. Reaktor ini berfungsi sebagai tempat uji coba fisik siber yang unik untuk teknologi digital baru guna mengatasi masalah keamanan siber dan berbagi data,” ucap Seungjin.
 
Suresh menjelaskan bahwa Program Materials Engineering, Petroleum Engineering, Data Science and Engineering di University of Houston didukung presiden dan wakil presiden eksekutif dari berbagai perusahaan seperti ExxonMobil, Halliburton, BP America, Shell International, Chevron, dan lain sebagainya.
 
Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) RI di Washington D.C., Popy Rufaidah, mengungkapkan bahwa Bianka rutin digelar guna meningkatkan preferensi studi orang Indonesia ke Amerika Serikat. “KBRI Washington D.C. juga terus berkomitmen meningkatkan potensi kolaborasi riset antara peneliti di Indonesia dan di Amerika Serikat bidang teknik nuklir, kimia, serta radiologi sehingga dapat turut mensukseskan program pemerintah khususnya Merdeka Belajar-Kampus Merdeka,” ujar Atdikbud Popy.
 
Dihubungi dalam waktu terpisah, Jamal Wiwoho, selaku Ketua Majelis Rektor perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), berharap, agar semakin banyak mahasiswa dan dosen muda di lingkungan institusinya melanjutkan studi ke Amerika atau melakukan joint-research dengan institusi dan peneliti AS. Bianka kali ini dipandu oleh Alexander Agung, Ketua Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika, Universitas Gajah Mada.
 
Sebagai informasi, rekaman siaran langsung webinar Bincang Karya (BIANKA) Seri-29 Bidang Teknik Nuklir dan Kimia dapat diakses pada tautan https://bit.ly/fb-watch-bianka29 di laman resmi Facebook Atdikbud USA.*** (Atdikbud Washington D.C./ Lydia Agustina/ Seno Hartono).
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 2361 kali