Festival Tembang Pagerageungan Tingkat SMP, Upaya Merevitalisasi Sastra di Tasikmalaya  25 Mei 2022  ← Back



Jakarta, Kemendikbudristek --- Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Festival Tembang Pagerageungan untuk siswa SLTP se-Tasikmalaya tahun 2022. Acara yang berlangsung di Pusat Budaya Pagerageung Desa Pagersari, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya ini dilaksanakan pada 23—24 Mei 2022. Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional  (KKLP) Pelindungan dan Pemodernan Bahasa dan Sastra, Balai Bahasa Provinsi Jabar mengadakan kegiatan ini sebagai bentuk upaya merevitasliasi sastra khususnya di Kabupaten Tasikmalaya.
 
Tembang Pagerageungan merupakan salah satu jenis kesenian seni suara buhun, yang termasuk ke dalam ragam tembang, sama seperti tembang cianjuran dan cigawiran. Tembang Pagerageungan tersebar di wilayah Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.
 
“Kegiatan ini untuk mempertahankan dan mengembangkan Tembang Pagerageungan agar tetap dipergunakan oleh masyarakat terutama oleh generasi muda sehingga Tembang Pagerageungan dapat bertahan dan tetap hidup dalam lingkungan masyarakat penuturnya,” ujar Kepala Badan Pengembagan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), E. Aminudin Aziz, pada Senin (23/5).
 
Kepala Badan Bahasa mengatakan bahwa kegiatan revitalisasi itu harus berkelanjutan atau berkesinambungan antara tahap pertama sampai tahap berikutnya. “Selama ini kegiatan di setiap balai dan kantor seperti hit and run artinya muncul kegiatan di suatu kota (seperti pasanggiri ini) kemudian hilang,” ungkapnya.
 
Turut hadir, Seketaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin; Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo; Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan sastra, Muh. Abdul Khak; serta Kepala Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa, Iwa Lukmana.
 
Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini berjumlah 50 orang dan berasal dari berbagai sekolah jenjang SMP yang berada di kabupaten dan kota Tasikmalaya. Dalam pementasannya, semua peserta menampilkan Tembang Pagerageungan dengan naskah yang sudah ditentukan oleh panitia yaitu naskah Ngamulyakeun Basa Indung karya Tatang Sumarsono.
 
Dewan juri terdiri atas Iik Setiawan, Cicih Sundarsih, dan Odo Syahida. Ketiganya berasal dari Padepokan Seni Bumi Ageung. Poin yang menjadi pertimbangan dalam penilaian pasanggiri ini yaitu 1) penembang menguasai dan hafal lagu yang ditembangkan; 2) teknik suara yang terdiri atas warna suara, nada, dan irama; serta dan 3) pementasan yang terdiri atas penjiwaan dan penampilan.
 
Berdasarkan hasil keputusan dewan juri, berikut enam tim terbaik. Pemenang pertama adalah SMP Plus Al-Afsar dengan jumlah nilai 1.512, pemenang kedua adalah SMP Negeri 2 Manonjaya dengan jumlah nilai 1506, dan pemenang ketiga adalah SMP Negeri 4 Tasikmalaya dengan jumlah nilai 1489.
 
Sementara untuk pemenang harapan pertama adalah SMP Negeri 21 Tasikmalaya dengan jumlah nilai 1485,  pemenang harapan kedua adalah SMP Negeri 1 Rajapolah dengan jumlah nilai 1470, dan pemenang harapan ketiga adalah  SMP Negeri 2 Pagerageung dengan jumlah nilai 1462. (Cucu/Mery/Denty)


Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 2321 kali