Mendorong Tumbuhnya Riset di Bidang Kesehatan Lewat Kolaborasi  12 Mei 2022  ← Back



Washington D.C, Kemendikbudristek - Industri farmasi dan alat kesehatan telah ditetapkan menjadi sektor-sektor strategis dalam penerapan industri 4.0. Ketika Covid-19 melanda dunia tidak terluput Indonesia, permintaan terhadap vitamin, suplemen dan obat-obatan untuk menambah kekebalan tubuh meningkat. Seiring permintaan yang tinggi pada sektor tersebut, tidak hanya atas pandemi Covid-19 namun juga berbagai masalah kesehatan lainnya diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Salah satu kolaborasi terwujud melalui webinar tentang farmasi dan kesehatan yang diselenggarakan oleh Perwakilan Republik Indonesia di Washington D.C, Amerika Serikat melalui Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) berkolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), (10/5).

Mengawali sesi webinar, Duta Besar (Dubes) RI untuk Amerika Serikat, Rosan P. Roeslani mengatakan jika tenaga medis merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terutama di saat terjadi pandemi Covid-19.

“Apoteker juga memainkan peran strategis dalam mendistribusikan obat khususnya saat pandemi melanda serta kaitannya dalam mendukung pelayanan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), SDM bidang farmasi bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan kefarmasian yang baik bagi masyarakat,” ungkap Dubes Rosan serta menambahkan bahwasanya para tenaga ahli biologi dan kimia berkontribusi aktif dalam penemuan obat-obat baru dalam upaya mendukung pelayanan kesehatan yang memadai bagi masyarakat.

Atase Pendidikan dan Kebudayan (Atdikbud) RI di Washington, D.C, Popy Rufaidah menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung seraya menegaskan jika tujuan utama webinar ini adalah untuk meningkatkan jumlah mahasiswa dan profesional muda Indonesia melanjutkan studi ke Amerika Serikat melalui beasiswa pemerintah pada bidang Ilmu Kedokteran, Farmasi, Kimia, dan Biologi.

“Kami juga berharap setelah webinar berlangsung, kolaborasi dapat dijalin dengan Auburn University, Indiana University Bloomington, dan the University of Hawaii at Manoa,” tutur Atdikbud Popy.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Beasiswa, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kementerian Keuangan RI, Dwi Larso, mengatakan bahwa berdasarkan data yang dirilis oleh World Health Organization (WHO), Indonesia kekurangan rumah sakit dan tenaga kesehatan dimana rata-rata hanya ada sebanyak 3,77 dokter per 10 ribu orang. “Ini merupakan tantangan bagi Indonesia terutama di daerah pedesaan,” urai Dwi.

Lebih lanjut, Dwi menambahkan bahwa penyediaan akses pelayanan kesehatan yang memadai merupakan hal yang krusial dalam mempromosikan dan memberikan perlindungan kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Hadir sebagai moderator webinar, Dokter Spesialis Penyakit Dalam-Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi, RSPAD Gatot Soebroto yang juga Direktur Lembaga Penelitian Kesehatan UPN Veteran Jakarta Soroy Lardo turut memaparkan potensi kolaborasi bidang riset dan pendidikan bidang yang sedang dibahas pada webinar.

Mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi lanjut di Amerika Serikat juga berkesempatan memaparkan riset terbaru bidang Ilmu Kedokteran, Farmasi, Kimia, dan Biologi dalam webinar.
Dimulai oleh calon doktor bidang Medicinal Chemistry, dari Auburn University, Fajar Setyo Wibowo, mengatakan jika dirinya saat ini tengah mendesain dan mengembangkan obat yang menargetkan Liver X Receptor (LXR) Beta secara selektif untuk terapi penyakit Alzheimer.

“Saat ini belum ada obat yang disetujui FDA (Food and Drug Administration) untuk terapi penyakit Alzheimer,” ungkap Fajar.

Presentasinya itu didampingi oleh Forrest Smith, Director of Graduate Programs, Drug Discovery and Development, Harrison School of Pharmacy, Auburn University.

Berikutnya, calon doktor bidang Microbiology/Virology di Indiana University Bloomington, Claudia Antonika, memaparkan risetnya yang fokus pada hubungan antara host dan virus;  “Objektif riset saya untuk mencari mekanisme atau cara virus menghambat atau antagonize host immune system,” ujarnya.

Claudia juga mengatakan, dengan mengetahui interaksi host dan virus, target terapi yang mungkin dilakukan dapat ditemukan untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut.
Selanjutnya, calon doktor bidang Developmental and Reproductive Biology dari University of Hawaii, di Manoa, Lovina Angelia Surjo Abdi memaparkan hasil risetnya yang lebih berfokus pada epigenetics remodeling pada diabetic cardiomyopathy. “Riset yang sedang dikerjakan menggunakan stem cell model jantung untuk mempelajari diabetes,” terang Lovina.

Turut hadir dalam akademisi bidang Ilmu Kedokteran, Farmasi, Kimia dan Biologi dari penguruan tinggi di Amerika Serikat, Director of Graduate Programs, Drug Discovery and Development, Harrison School of Pharmacy, Auburn University, Forrest Smith yang menjelaskan riset tentang Alzheimer, Kanker, serta Kardiovaskular yang sedang dikembangkan di universitasnya.

Sedangkan, Chair of Biology Department, the College of Arts & Sciences, Indiana University Bloomington, Scott Michaels mengungkapkan riset yang dikerjakan institusinya meliputi Plant Gene Regulation, Behavior, Gene Regulation, Development, Evolution, Cell Biology, Ecology, Genomics, And Bioinformatics, Microbial Cell Biology, Microbial Pathogens, dan Virology.

Selanjutnya, Associate Director for Research, John A. Burns School of Medicine, the University of Hawaii at Manoa, Rachel Boulay menunjukkan riset yang dikerjakan Fakultas Kedokteran University of Hawaii, yang meliputi bidang Gametogenesis, Fertilization, Embryogenesis, Developmental Biology, Stem Cells, Congenital Abnormalities, dan Anatomical Imagining melalui tayangan video.
Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Jamal Wiwoho dalam keterangan tertulisnya menyatakan dukungannya terhadap gelaran rutin ini.

“Saya harap para profesional muda kita mendapatkan banyak informasi mengenai kerja sama pendidikan maupun riset dalam bidang kedokteran, farmasi, kimia serta biologi,” pungkas Jamal.
Rekaman siaran langsung webinar Bincang Karya (BIANKA) Seri-33 Bidang Kedokteran, Farmasi, Kimia dan Biologi dapat diakses di laman resmi Facebook Atdikbud USA dengan tautan https://bit.ly/fb-watch-bianka33. (Humas Atdikbud Washington D.C/Andrew Fangidae)
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 892 kali