Hakteknas 2022 Jadi Momen Kibarkan Transformasi dan Inovasi Teknologi Pendidikan Vokasi  12 Agustus 2022  ← Back

Jakarta, Ditjen Vokasi - Puncak Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2022 resmi digelar di Kemendikbudristek, Jakarta (10/8). Pada kesempatan tersebut Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim menekankan pentingnya kolaborasi dan keberanian dalam mendukung transformasi dan inovasi teknologi pada pendidikan vokasi.
 
“Dalam teknologi kita harus mengambil risiko. Selain itu, tanpa kolaborasi tidak akan tercapai. Lalu teknologi membutuhkan kerja nyata. Jadi, tiga kata kunci adalah keberanian, kolaborasi, dan kerja nyata,” ujar Menteri  Nadiem pada gelaran yang mengusung tema “Transformasi dan Inovasi Pendidikan melalui Teknologi”.
 
Salah satu wujud nyata pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran yang disinggung Mendikbudristek adalah  platform Merdeka Mengajar. Saat ini para guru kata dia dapat belajar secara mandiri. Sebagaimana diakui Sandra, salah seorang guru penggerak yang disampaikan dalam gelar wicara (talkshow). “Saya mendapatkan keuntungan dengan memanfaatkan platform Merdeka Mengajar karena dapat belajar secara mandiri,” ujar Sandra.
 
Pada gelaran tersebut juga ditampilkan pemutaran video “Mahakarya Vokasi : Behind the Scene” yang digawangi Gastya Eka Putra yakni mahasiswa Politeknik Negeri Batam (Polibatam) serta Yusuf yakni mahasiswa Institut Seni Budaya Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. “Merdeka Belajar membuat kami dapat berkolaborasi hingga dapat menghasilkan Mahakarya Vokasi bagi Indonesia,” ujar Gastya dalam gelar wicara yang disambung ucapan terima kasih dari Mendikbudristek atas apresiasinya terhadap kebijakan Merdeka Belajar.
 
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), Kiki Yuliati, menyebutkan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi tantangan bagi SMK. Oleh karena itu, pihaknya melakukan pengembangan teknologi secara sistematis. “Ke depan, diharapkan pengembangan teknologi dapat memperkuat cara pandang, cara pikir, dan cara kerja pendidikan di Indonesia,” tuturnya seraya mengimbau agar guru dan peserta didik terus mengembangkan kompetensi teknologi informasinya.
 
Hadirnya Kembali Mahakarya Vokasi
 
Pada puncak Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2022 ini, Ditjen Vokasi menampilkan Festival Mahakarya Vokasi dalam balutan teknologi virtual reality (VR) yang merupakan hasil kolaborasi antara SMK Raden Umar Said, Kudus, Politeknik Negeri Batam, serta Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Jawa Barat. Melalui kacamata VR ini para pengunjung diajak menjelajahi keindahan Indonesia dan menemukan harta karun berupa produk-produk karya siswa dari satuan pendidikan vokasi secara digital.
 
Sebelumnya, rangkaian praHakteknas 2022 juga telah diadakan semarak di Surabaya via Mahakarya Vokasi bertajuk “Vokasiland : Road to Hakteknas 2022”. Gelaran yang menghadirkan semangat kolaborasi, baik antar-satuan pendidikan vokasi maupun dengan industri, ini menghadirkan ragam inovasi produk dari SMK maupun perguruan tinggi vokasi.
 
Selain pameran produk, gelaran tersebut juga diisi dengan berbagai acara menarik, seperti games dan kuis, temu komunitas, serta sejumlah gelar wicara menarik dengan figur-figur inspiratif yang berasal dari pendidikan vokasi. Tak ketinggalan, hadir juga pameran digital senada dengan yang tersaji pada puncak Hakteknas, yakni Festival Mahakarya Vokasi.
Dirjen Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati, mengatakan, pendidikan vokasi sebagai pendidikan afirmatif memang menekankan pada pola keahlian, keterampilan untuk menjawab kebutuhan sosial dan masyarakat dalam mencapai kesejahteraan, mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi, serta mendongkrak daya saing ekonomi.
 
“Salah satu arah pembangunan sumber daya manusia (SDM) kita ke depan adalah manusia-manusia pekerja keras yang dinamis, produktif, terampil serta mampu dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” pungkas Kiki Yuliati. *** (Tim Setditjen Vokasi/ Penulis: Denty A.)
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 444 kali