Kebudayaan untuk Bumi Lestari, Tema Pertemuan Tingkat Menteri G20 Kebudayaan  12 September 2022  ← Back



Yogyakarta, Kemendikbudristek --- Pertemuan Tingkat Menteri Pendidikan G20 bidang Kebudayaan atau G20 Culture Ministers Meeting (CMM) dalam Presidensi Indonesia mengangkat tema “Kebudayaan untuk Bumi Lestari”. Direktur Kebudayaan Hilmar Farid, selaku Koordinator G20 CMM, mengatakan salah satu masalah besar dalam pemulihan kebudayaan adalah isu lingkungan hidup, seperti degradasi lingkungan, perubahan iklim, serta praktik kehidupan manusia saat ini yang tidak selaras dengan pelestarian bumi sehingga yang membuat masyarakat di dunia sulit untuk pulih.

“Pemulihan di sini konteksnya lebih besar dari pandemi. Kita melihat secara keseluruhan. Ketika melihat ada problem dengan bumi, ternyata praktik kehidupan kita tidak selaras dengan pelestarian bumi. Sebenarnya kebudayaan memiliki banyak sekali sumber daya dan resources, kearifan lokal, praktik budaya, dan filosofis yang sangat penting dalam upaya kita memulihkan bumi dan menjaga kelestarian bumi,” ujarnya saat Temu Media di Yogyakarta, Minggu (11-9-2022).

Hilmar mengatakan, Pertemuan Tingkat Menteri G20 bidang Kebudayaan akan berlangsung pada 12 September 2022 setelah digelarnya ada pertemuan pejabat tinggi bidang kebudayaan dari negara anggota G20 dalam G20 Senior Officials Meeting (G20 SOM). Ada dua hal yang akan menjadi fokus pembahasan dalam G20 SOM maupun CMM. Pertama, mengenai kebudayaan untuk bumi lestari, dan kedua mengenai gagasan Indonesia untuk membentuk dana global di sektor kebudayaan.

Ia menambahkan, dalam forum G20, Indonesia ingin menegaskan bahwa pembangunan mendatang harus mempertimbangkan unsur kebudayaan dalam pembangunan yang berkelanjutan. Kemudian terkait skema dana global, menurut Hilmar di beberapa negara sudah ada skema tersebut di masa pandemi yang khusus ditujukan untuk seniman pascapandemi. Di Indonesia, Kemendikbudristek telah menggagas dana abadi kebudayaan dalam skema Dana Indonesiana.

“Kita belum punya skema dana di tingkat global, karena tidak semua negara punya skema ini. Inisiatif ini sangat perlu karena sektor kebudayaan kalau tidak didukung secara afirmatif akan sulit untuk pulih dan bangkit. Yang rugi adalah masyarakat secara keseluruhan. Kemudian sumber daya di bidang kebudayaan akan sulit untuk sembuh atau pulih. Jadi itu dua tema utama dari pertemuan para menteri kebudayaan G20,” tutur Hilmar.

Ia juga menambahkan informasi mengenai konfirmasi kehadiran pejabat setingkat menteri dari negara anggota G20 yang akan hadir dalam G20 CMM, baik secara luring maupun daring. “Ada Brazil, Jerman, India, Indonesia, Korea, Saudi Arabia, Afrika Selatan, Inggris, Amerika Serikat, Kamboja, Singapura, dan Uni Emirat Arab. Nanti akan ada pernyataan bersama dari para menteri mengenai rangkuman pembahasan dari dua hal tadi, yaitu jalan kebudayaan untuk pemulihan bumi dan dana global,” ujarnya. (Desliana Maulipaksi)
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 1709 kali