Siswa SMKN 2 Gorontalo Direkrut Industri Sejak Praktik Kerja Lapangan  31 Maret 2023  ← Back



Gorontalo, Kemendikbudristek
– Lulusan SMK N 2 Gorontalo disebut telah memenuhi kebutuhan pasar industri, khususnya di Gorontalo. Pada tahun 2022 lalu, sebanyak 143 mahasiswa melakukan praktik kerja lapangan (PKL) dan 30 orang di antaranya telah direkrut oleh perusahaan atau industri usai PKL berakhir. Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua Program Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) SMK N 2 Gorontalo, Rodifa Choirully, saat dijumpai di sekolahnya, Kamis (30/3).

Rodifa mengatakan, 30 orang yang direkrut tersebut dapat mulai bekerja di perusahaan atau industri jika sudah lulus sekolah. Di luar 30 siswa yang sudah direkrut, siswa lain merencanakan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dan ada pula yang berwirausaha. Program pembelajaran di APHP yang memberikan keterampilan dasar yang bisa dilakukan di rumah oleh siswa membuat lulusan tidak bergantung pada alat untuk mulai berusaha. “Mereka dididik untuk melakukan pekerjaannya secara manual dan digital. Jadi tanpa alat saja bisa, apalagi kalau ada alatnya,” ujar Rodifa.

Kepala SMK N 2 Gorontalo, Jakub Ague, mengatakan bahwa sekolah yang ia pimpin sudah menjadi SMK Center of Excellence (CoE) sejak 2020, dan dilanjutkan menjadi SMK Pusat Keunggulan (PK) pada 2021. Lalu pada tahun 2022, SMK N 2 Gorontalo menjadi SMK PK Skema Lanjutan. Ia menambahkan, SMK N 2 Gorontalo memiliki tiga bidang keahlian, yaitu pariwisata; agribisnis dan agroteknologi; serta seni dan teknologi kreatif.

“Sekolah ini memiliki 1.253 siswa, 41 rombongan belajar, 88 guru, dan 15 orang tenaga kependidikan,” tutur Jakub.

Jakub menyebut, sebelum menjadi SMK PK, kurikulum yang dirancang bagi pembelajar siswa disusun oleh sekolah. Namun sejak menjadi SMK PK, kurikulum tersebut disusun bersama dengan industri. Hal inilah yang menyebabkan siswa SMK N 2 mampu untuk memenuhi kebutuhan industri, bahkan direkrut sebelum lulus. “Ada penyelarasan agar tamatan SMKN 2 Gorontalo sudah sesuai kebutuhan pasar. Bahkan ruang praktik siswa di sekolah pun sudah disesuaikan berdasarkan layout dari industri,” terangnya.

Terkait peningkatan kompetensi guru, Jakub menyampaikan bahwa sekolah mendorong guru untuk ikut magang dan studi independen bersertifikat (MSIB) di industri. Kalau dulu sebelum menjadi SMK PK para guru bisa melaksanakan magang selama tiga bulan di industri, kini dengan MSIB bisa sampai enam bulan.  Dengan pengalaman lebih panjang, harapannya guru bisa menularkan ilmunya lebih banyak kepada para siswa.

Dalam pelaksanaan praktik, SMK N 2 Gorontalo memiliki hotel untuk edukasi (edutel) dengan kapasitas 17 kamar. Praktik langsung seperti ini memungkinkan para siswa untuk menjadi tenaga kerja atau membuka usaha perhotelan setelah lulus. Hal ini dibuktikan dengan kerja sama SMK N 2 dengan hotel-hotel di Gorontalo yang memakai tenaga para siswa pada musim ramai (high season).

“Saat high season mereka diminta untuk part time, ada gajinya. Begitu juga untuk bidang tata busana, kuliner, sudah ada orderan dari industri untuk jadi tenaga kerja,” ucap Jakub.

Sejak menjadi SMK PK, Jakub mampu mendatangkan guru tamu untuk mengajar 50 jam per semester. Ia mengatakan, program guru tamu ini sudah ada sejak sebelum menjadi SMK PK, tapi jumlahnya sangat terbatas. Dan berdasarkan data tracer study tahun 2021, sebanyak 33 persen lulusan SMK N 2 sudah bekerja, dan 22 persen lainnya mandiri berwirausaha, selebihnya melanjutkan sekolah dan belum bekerja.

SMK N 2 Gorontalo memiliki program inkubator, yaitu program untuk menampung lulusan yang belum mendapat pekerjaan atau berwirausaha. Inkubator ini salah satunya berupa sanggar busana terutama untuk penjahit. “Sekarang ada 6 orang yang sedang mengikuti program ini,” pungkas Jakub. (Aline Rogeleonick)
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 704 kali