Pusat Budaya Indonesia Fasilitasi Kolaborasi Budaya ‘Festival Cultural’ 3 Negara  09 Agustus 2023  ← Back



Dili, Kemendikbudristek – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dili, Timor-Leste melalui Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) telah memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan ‘Festival Cultural’ yang dilaksanakan di Pusat Budaya Indonesia pada 4 Agustus 2023. Hadir dalam kegiatan tersebut, Menteri Pemuda, Olahraga, Seni dan Budaya Timor-Leste, Nelio Isaac Sarmento, Sekretaris Negara Bidang Komunikasi Sosial, Expedito Dias Ximenes, Duta Besar Jepang, Kimura Tetsuya, Duta Besar Indonesia, Okto Dorinus Manik serta tamu undangan lainnya.

Kegiatan tersebut merupakan kerjasama kolaborasi budaya dari tiga negara yakni Indonesia, Timor-Leste, dan Jepang. “Kegiatan ini merupakan kegiatan kolaborasi budaya pertama yang dilakukan oleh tiga negara, Indonesia, Jepang, dan Timor-Leste,” ungkap Atdikbud Dili, Ikhfan Haris, pada saat menghadiri Festival Cultural di Pusat Budaya Indonesia KBRI Dili, Kamis (4/8).

Lebih lanjut, Ikhfan mengungkapkan bahwa kolaborasi ini kiranya dapat dijadikan momentum untuk melestarikan budaya dari masing-masing negara. Hal senada juga diungkapkan oleh Menteri Pemuda, Olahraga, Seni dan Budaya Timor-Leste, Nelio Isaac Sarmento, “Melalui kegiatan ini diharapkan dapat dijadikan sarana pertukaran budaya bagi generasi muda, sehingga generasi muda dapat melestarikan budayanya,” ungkap Nelio saat pembukaan Festival Cultural.

Kegiatan yang ditayangkan langsung oleh televisi nasional RTTL menampilkan berbagai atraksi kebudayaan dari ketiga negara. Tari Manasai dari Suku Dayak di Kalimantan Tengah didapuk sebagai pembuka kegiatan. Tari Manasai dibawakan oleh enam orang warga negara Timor-Leste yang merupakan pemelajar tari tradisional di Pusat Budaya Indonesia. Tari Manasai menggambarkan pergaulan dan kegembiraan kerap dijadikan sebagai tarian selamat datang kepada para tamu.

Selain tari tradisional, budaya Indonesia lainnya yang ditampilkan adalah permainan musik tradisional angklung yang dimainkan pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Membawakan lagu 'Ibu Kita Kartini' sebelas pemelajar BIPA tersebut mampu memukau para tamu undangan yang mayoritas terdiri dari warga negara asing. Angklung sendiri merupakan alat musik tradisional Indonesia unik yang terbuat dari bambu yang dapat menghasilkan nada diatonis yang khas.

Sementara itu, budaya Jepang diwakili oleh pertunjukan Taiko Drum yang dimainkan oleh pemelajar Jepang yang saat ini sedang melakukan studi di Bali, Indonesia. Taiko sendiri merupakan alat musik tradisional Jepang yang menyerupai gendang. Dalam sejarah Jepang, Taiko biasa digunakan dalam ritual dan upacara Shinto, salah satu ajaran kepercayaan Jepang.

Sedangkan dari Timor-Leste para siswa dari sekolah SMA Paulo VI dan SMA Canossa mempertunjukkan kemahirannya dalam memainkan drumben. Kegiatan ditutup oleh penampilan musik yang dibawakan artis kawakan Timor-Leste, Ego Lemos yang membawakan lagu berbahasa Tetun. Pada akhir kegiatan, para penampil pada kegiatan ‘Festival Cultural’ mendapatkan sertifikat penghargaan yang diberikan oleh Duta Besar Jepang dan Duta Besar Indonesia. (Pusat Budaya Indonesia/Atdikbud Dili, Editor: Seno Hartono/Rayhan Parady)
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 941 kali