Atdikbud Beri Pembekalan Mahasiswa Australia Penerima Darmasiswa  03 September 2023  ← Back



Melbourne, Kemendikbudristek - Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra bersama Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya (Pensosbud) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne menyelenggarakan acara pembekalan persiapan keberangkatan (pre-departure training) kepada para penerima beasiswa Darmasiswa, di ruang rapat KJRI Melbourne, pada Selasa (22/06).
 
Kegiatan yang dilaksanakan secara hibrida ini dilakukan setelah mempertimbangkan daerah asal penerima beasiswa yang berbeda kota dengan jarak tempuh yang sangat jauh. Penerima beasiswa Darmasiswa tahun ini berasal dari negara bagian New South Wales, Victoria dan Australian Capital Territory. Mereka akan berangkat ke Indonesia pada akhir Agustus 2023 ke masing-masing kampus yang dituju di Indonesia.
 
Acara pembekalan sebelum keberangkatan dimaksudkan untuk memberikan informasi dan persiapan yang cukup sebelum para mahasiswa ke Indonesia. Para penerima beasiswa diberikan penjelasan mulai dari proses aplikasi visa, kebutuhan pribadi yang harus disiapkan, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, serta hak dan kewajiban sebagai penerima beasiswa Darmasiswa. Mereka juga diajak mengenal budaya dan kehidupan di daerah tempat dimana universitas yang dituju berada.
 
Menurut Atdikbud Mukhamad Najib, mahasiswa Australia yang akan berangkat ke Indonesia, baik yang berasal dari beasiswa New Colombo Plan maupun Beasiswa Darmasiswa selalu mendapatkan pembekalan terlebih dahulu. Hal ini menurutnya agar mahasiswa memiliki pengetahuan yang cukup mengenai Indonesia dan pada saat tiba di Indonesia nantinya tidak mengalami kesulitan yang berarti dalam menyesuaikan diri.
 
“Kami berharap para mahasiswa dapat segera beradaptasi dengan situasi sosial, budaya dan lingkungan pembelajaran di Indonesia, tidak ada yang mengalami gegar budaya, sehingga mereka datang ke Indonesia sudah dalam kondisi siap belajar. Oleh karena itu kami menjelaskan kepada mereka mengenai sistem pendidikan, situasi sosial dan budaya yang berbeda dengan Australia, serta hal-hal penting lain yang perlu mereka ketahui dan persiapkan sebelum berangkat ke Indonesia,” jelas Najib.
 
Atdikbud Najib menambahkan, pada saat para mahasiswa Darmasiswa tiba di Indonesia, mereka akan mengikuti pekan orientasi terlebih dahulu sebelum dikirim ke universitas masing-masing. Orientasi tersebut akan dilaksanakan terpusat di Jakarta.
 
Selain mendapatkan penjelasan mengenai persiapan keberangkatan, para peserta Darmasiswa juga dikenalkan dengan kuliner khas Indonesia. Peserta yang hadir secara luring di KJRI berkesempatan menikmati makanan Indonesia, dari mulai nasi kuning, kerupuk gendar, sampai martabak manis dan martabak telur. Salah satu penerima beasiswa, Hana, mengatakan ingin cepat-cepat datang ke Indonesia dan segera belajar mengenai budaya di Indonesia.
 
“Saya senang sekali budaya Indonesia dan makanan Indonesia, rasanya ingin sekali segera tiba di Indonesia”, ucap Hana. Mahasiswa yang berlatar belakang pendidikan musik ini mengatakan bahwa di Indonesia nanti akan kuliah di Institut Seni Indonesia Surakarta selama satu tahun. Selama di Indonesia Hana akan mempelajari musik etnik, khususnya musik etnik yang terkenal di Jawa seperti gamelan.
 
Darmasiswa merupakan program beasiswa non-gelar selama satu tahun yang ditawarkan oleh pemerintah Indonesia kepada warga negara non-Indonesia dari negara-negara yang mempunyai hubungan diplomatik dengan Indonesia. Program ini memungkinkan mahasiswa untuk belajar bahasa Indonesia, seni, musik, kerajinan tangan dan mata pelajaran khusus lainnya di 68 Perguruan Tinggi Indonesia terpilih yang berlokasi di berbagai kota di Indonesia.
 
Program ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri. Adapun tujuan utama dari program Darmasiswa adalah untuk meningkatkan dan menumbuhkan minat terhadap bahasa Indonesia dan budaya Indonesia di kalangan warga negara lain. Beasiswa ini juga dirancang untuk meningkatkan saling pengertian dan memberikan ikatan budaya yang lebih kuat antara negara yang berbeda. (Atdikbud Canberra/Rayhan Parady, Editor: Seno Hartono)
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 243 kali