Hadiri Pameran Buku Frankfurt, Industri Buku Indonesia Kembali Hadir di Kancah Internasional  12 Oktober 2023  ← Back



Jakarta
, Kemendikbudristek Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Perbukuan, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), memfasilitasi delegasi pelaku perbukuan Indonesia yang akan ikut serta dalam Pameran Buku Frankfurt (Frankfurt Book Fair) 2023. Hadir dengan mengusung tema “Buku Bermutu bagi Literasi Indonesia,” keikutsertaan dalam ajang ini menjadi langkah bagi Indonesia untuk semakin dikenal dalam panggung perbukuan dunia.

Pameran Buku Frankfurt merupakan pameran perdagangan buku internasional dunia yang diadakan setiap tahun. Ajang ini mempertemukan para penerbit, agen hak cipta, dan distributor buku dari seluruh dunia untuk melakukan bisnis, memamerkan produk, dan menjalin kerja sama.

Kepala Pusat Perbukuan Kemendikbudristek, Supriyatno menyampaikan bahwa keterlibatan Kemendikbudristek ini bertujuan untuk mempromosikan buku-buku buatan Indonesia, menggali informasi tentang tren perbukuan dunia, mengikuti perkembangan teknologi perbukuan dunia, dan memperluas jaringan pelaku perbukuan dunia.

“Ada tugas besar bagi kita semua agar buku Indonesia hadir di dunia internasional. Kiprah Indonesia di tingkat internasional, menjadikan kita negara yang cukup diamati oleh komunitas perbukuan internasional,” ungkap Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Arys Hilman, dalam sambutannya pada Taklimat Media di Jakarta, Rabu (11/10).

Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang (UU) Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan bahwa pemerintah Indonesia memiliki tanggung jawab untuk membawa budaya nasional Indonesia ke khasanah budaya dunia melalui buku. IKAPI berharap bahwa mandat ini dapat dilaksanakan secara konsisten agar Indonesia tidak akan hilang dari peta perbukuan dunia.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pusat Perbukuan dan IKAPI berkolaborasi melakukan pengembangan kualitas bagi pelaku perbukuan. Pengembangan kualitas tersebut di antaranya berupa pembinaan kompetensi, lokakarya, sertifikasi, dan sebagainya. Diharapkan melalui upaya tersebut, mutu buku-buku Indonesia pun akan terus meningkat dan mampu bersaing di dunia.

Sejumlah catatan partisipasi Indonesia dalam panggung buku dunia di antaranya menjadi tamu kehormatan pada Pameran Buku Frankfurt 2015 dan Pameran Buku Kuala Lumpur 2018, menjadi market focus country pada Pameran Buku London 2019 dan pameran buku serupa di Singapura, serta menjadi tuan rumah Kongres Asosiasi Penerbit Internasional 2022.

Adapun tema buku yang akan dibawa ke pameran di Frankfurt berfokus pada buku edukasi lingkungan, finansial, dan kesehatan. Menurut Supriyatno, hal tersebut sesuai dengan kebijakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim untuk meningkatkan literasi dalam tema-tema tersebut. Selain itu, Pusat Perbukuan Kemendikbudristek sendiri telah menyiapkan 20 judul buku pendidikan dengan model berjenjang yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan anak-anak. Buku tersebut telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

“Kami berharap ajang ini dapat membuka peluang-peluang untuk perkembangan perbukuan di Indonesia,” ucap Arys.

Lebih dari itu, ia berharap di masa mendatang Indonesia tidak hanya menerima buku asing untuk diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, melainkan semakin banyak buku Indonesia yang diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa negara lain. Beberapa buku Indonesia yang telah mendapat pengakuan internasional antara lain, Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan yang telah hadir dalam 39 bahasa dan Laskar Pelangi karya Andrea Hirata yang telah hadir di 130 negara.

“Frankfurt Book Fair ini dapat menjadi sebuah ajang untuk bisa meningkatkan kualitas perbukuan Indonesia. Untuk ke depannya, semoga semakin banyak peserta yang dapat mengikuti ajang pameran buku ini, tidak hanya di Frankfurt, namun juga di negara lain,” tutup Supriyatno. (Stephanie/ Editor: Denty )
Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 511 kali