Integrasi Aplikasi SIPlah dan ARKAS Kemendikbudristek Semakin Tingkatkan Akuntabilitas Sekolah  23 Desember 2023  ← Back

Jakarta, 23 Desember 2023 — Hari Antikorupsi Dunia (Hakordia) 2023 mengangkat tema “Sinergi Berantas Korupsi, Untuk Indonesia Maju”. Dalam peringatan tersebut, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menyampaikan bahwa korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa karena dilakukan secara sistemik, kompleks, dan terencana oleh penyelenggara negara. Digitalisasi birokrasi melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menjadi salah satu aksi dalam pencegahan korupsi. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) berhasil memperoleh predikat sangat baik dengan indeks 3,86, dari angka maksimal 4,0, berdasarkan hasil pemantauan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) pada instansi pusat dan pemerintah daerah tahun 2022.

Dalam Laporan Dampak Peran Teknologi dalam Transformasi Pendidikan Indonesia yang dilakukan Oliver Wyman dalam risetnya melaporkan bahwa sebanyak 84% responden menyadari kemampuan Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) mampu menyederhanakan proses dan menghemat waktu untuk tata kelola administrasi keuangan sekolah. Selanjutnya, sebanyak 70% responden menyatakan bahwa Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) mampu memberikan efisiensi dalam mempercepat proses pencarian produk yang relevan.

“Pada tahun 2023 Kemendikbudristek melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah telah melakukan penyempurnaan aplikasi ARKAS 4.0 dengan tiga keunggulan. Pembaharuan ini membuat ARKAS lebih praktis dengan sudah terintegrasi pada SIPlah, lebih nyaman dengan tampilan yang sederhana dan terstruktur, serta dilengkapi dengan notifikasi eror dalam penggunaannya,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Praptono dalam webinar Silaturahmi Merdeka Belajar (SMB) bertajuk “SIPlah dan ARKAS Tingkatkan Akuntabilitas Sekolah” yang disiarkan melalui kanal Youtube KEMENDIKBUD RI, pada Kamis, (21/12).

Lebih lanjut, Praptono melaporkan bahwa tahun ini 218.898 satuan pendidikan penerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan 12,26% satuan pendidikan penerima Bantuan Opersional Pendidikan (BOP) sudah menggunakan dan beralih ke ARKAS versi 4.0. Sementara itu, tercatat 68,32% satuan pendidikan penerima BOS dan 38,85% satuan pendidikan penerima BOP sudah menggunakan SIPlah. “Kemendikbudristek juga telah melakukan riset kepuasaan pelanggan di tahun 2023. Riset tersebut membuktikan bahwa 80,99% pengguna merasa puas dalam menggunakan kedua aplikasi tersebut. Inovasi yang dihadirkan dinilai mampu memberi kemudahaan serta kenyamaan untuk guru dan kepala sekolah dalam mengelola dana BOS dan BOP,” pungkas Praptono.

Selanjutnya, Praptono berharap pada tahun 2024 seluruh satuan pendidikan dan Pemerintah Daerah sudah dapat menggunakan kedua aplikasi tersebut. “Sejatinya ARKAS dan SIPlah menjadi cara Kemendikbudristek untuk mengoptimalisasikan tugas guru dan kepala sekolah dalam memberikan pengajaran kepada peserta didik dan meningkatkan akuntabilitas sekolah,” ucap Praptono.

Dampak positif penggunaan kedua aplikasi tersebut diungkap oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tengah, Teddy A.H. Salampessy. Ia mengatakan bahwa sejak tahun 2022, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tengah telah berkomitmen untuk secara perlahan mengimplementasikan penggunaan ARKAS dan SIPlah. Dalam pemanfaatannya, kedua aplikasi tersebut telah membantu sekolah dan dinas pendidikan, salah satunya dalam praktik Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ). “Transformasi digital ini wajib kita dampingi, sehingga proses pemanfataannya dapat dirasakan oleh seluruh satuan pendidikan, khususnya di Maluku Tengah” pungkas Teddy.

Teddy menambahkan, sebagai Kepala Dinas wajib untuk mendukung pemanfaatan aplikasi yang telah disediakan oleh Kemendikbudristek dan juga terus melakukan pendampingan di satuan pendidikan. “Sekolah bukanlah perusahaan akuntansi, untuk itu kita harus menjadi pelopor pemanfaatannya dan memastikan laporan keuangan Pemerintah Daerah bersumber dari aplikasi ARKAS dan SIPlah,” terang teddy.

Senada dengan Teddy, praktik baik dari kedua aplikasi itu juga dirasakan oleh Kepala Sekolah SMAN 2 Konawe Selatan, Safari. Dalam paparannya saat webinar, Safari mengatakan bahwa dampak dari ARKAS dan SIPlah sangat besar bagi sekolah dengan memberikan kemudahan untuk melakukan perencanaan, penata usahaan, dan pelaporan. “Pengintegrasian ARKAS dengan SIPlah ini semakin menambah kemudahan bagi kami khususnya dalam membuat perencanaan yang dahulu memerlukan waktu yang lama untuk validasi, kini menjadi lebih cepat dengan sistem digital,” ucap Safari.

Kendati demikian, Safari juga mengajak kepada seluruh Kepala Sekolah untuk memanfaatkan dan menggunakan ARKAS dan SIPlah dalam menunjang pengelolaan di satuan pendidikan. “Dengan memanfaatkan kedua aplikasi itu saya merasa kita juga mendukung perwujudan cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa. Pengelolaan sekolah yang baik diharapkan juga mampu meningkatkan literasi, numerasi, dan menumbuhkan karakter baik para pelajar untuk menjadi generasi emas Indonesia,” tutup Safari. (Penulis: Destian/ Editor: Desliana)



Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman: kemdikbud.go.id
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI        
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

#MerdekaBelajar
Sumber : Siaran Pers Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor: 757/sipers/A6/XII/2023

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 592 kali