Kemendikbudristek dan Komisi X DPR RI Melaksanakan Kunjungan Kerja ke Kabupaten Bantul  29 Februari 2024  ← Back



Bantul, Kemendikbudristek
– Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melakukan kunjungan kemitraan bersama Komisi X DPR RI, di Kabupaten Bantul, Jawa Tengah, Selasa, (27/2/2024).

Kegiatan ini diadakan untuk menggali aspirasi dari Pemerintah serta masyarakat Bantul dan mengawasi implementasi berbagai kebijakan Pemerintah. Agenda pertama yaitu mengunjungi SMPN 1 Kabupaten Bantul.

Kepala Sekolah SMPN 1 Bantul, Heri Prasetya menyambut dengan bangga atas kedatangan rombongan Komisi X DPR RI.

“Kami menyambut dengan bangga dan sekaligus menjadi tantangan atas kedatangan Rombongan Komisi X DPR RI ke sekolah kami”, ujar Heri.

Ia juga menyebutkan SMPN 1 Bantul telah melaksanakan program Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) telah terlaksana dengan baik. SMPN 1 Bantul juga mengimplementasikan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka 'Bangunlah Jiwa dan Raganya' melalui dukungan sarana dan prasarana yang ada di sekolah.

“Anak – anak kami selalu dilatih untuk mengimplementasikan kurikulum Merdeka. 'Bangunlah Jiwa dan Raganya', melalui kegiatan ekstrakurikuler dan pengembangan karakter di sekolah sehingga anak anak kami memiliki keberanian, kecerdasan dan nilai keimanan” ujar Heri.

Kunjungan dilanjutkan dengan menuju ke Pusat Ekonomi Kreatif Kabupaten Bantul dan kantor Bupati Bantul untuk melakukan sesi tanya jawab. Acara dibuka dengan sambutan oleh Wakil Ketua DPR komisi X, Abdul Fikri Faqih dan Bupati Kabupaten Bantul, Abdul Halim Muslih. Abdul Fikri menyatakan bahwa DPR RI memiliki beberapa fungsi antara lain fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan.

“DPR RI merupakan perpanjangan tangan untuk menerima aspirasi Masyarakat” ujar Abdul Fikri di kantor Bupati Bantul.

Total Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Tahun Anggaran 2024 Kabupaten Bantul, yaitu sebesar Rp. 300.009.318.750,- terdiri dari DAK Fisik sebesar Rp.31.508.466.750,- dan DAK Nonfisik Rp. 268.500.852.000,-.

Pada kesempatan tersebut, perwakilan dari Dinas Pemuda dan Olahraga, Isdamoko menyampaikan aspirasinya terkait rehabilitasi sarana prasarana sekolah yang terdampak bencana. Selain itu, Ia juga menyatakan kekurangan tenaga Pendidikan terutama pustakawan di Kabupaten Bantul.

Terkait dengan rehabilitasi sarana dan prasarana sekolah, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Praptono, menanggapi bahwa akan mengawal bersama.

“Mohon untuk mengajukan dan melengkapi dokumen yang dibutuhkan terutama form PUPRnya, akan kami kawal bersama” ujarnya.

Sedangkan terkait kurangnya tenaga pendidik Pustakawan, Praptono menyampaikan bahwa formasi tersebut terdapat di formasi ASN PPPK. Ia juga menekankan bahwa pendataan Non ASN harus diselesaikan terlebih dahulu sehingga proses perekrutan ASN PPPK akan berjalan lancar.

Selain Kemendikbudristek, Kunjungan kerja ini diikuti juga oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, (Kemenparekraf), Kementerian Pemuda dan Olah Raga, (Kemenpora), Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Pimpinan DPRD Kabupaten Bantul, Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantul, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantul, BBPMP, Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Bantul, Lembaga Pariwisata, dan Organisasi Pendidikan. (Penulis: Destya/ Editor: Anandes Langguana)

Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 816 kali