Program MSIB Angkatan 6 Kemendikbudristek Siap Hasilkan 40.000 Lebih Talenta Muda Masa Depan  22 Februari 2024  ← Back



Jakarta
, 22 Februari 2024 — Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Kampus Merdeka telah terlaksana dalam lima angkatan dengan berbagai peningkatan dan perbaikan yang terus dilakukan baik dari sisi kuantitas mahasiswa yang terserap maupun kualitas program pembelajaran yang dijalankan. Pada tahun ini, telah terpilih 47.984 mahasiswa yang akan mengikuti program MSIB untuk angkatan ke-enam. Tahun 2024 menjadi tahun pendaftar terbanyak sejak program MSIB diluncurkan pada 2021. Tercatat lebih dari 150.000 mahasiswa dari 700 perguruan tinggi dibawah naungan Kemendikbudristek yang telah mendaftar pada program MSIB.
 
Melalui program MSIB, mahasiswa terpilih akan mendapatkan pengalaman di dunia kerja serta terampil baik secara soft skills maupun hard skills. Dalam setahun, para mahasiswa memiliki kesempatan untuk mendaftar sebanyak dua kali dalam program MSIB. Di saat yang sama, mitra industri juga dapat memanfaatkan kompetensi yang unggul dari mahasiswa program MSIB.
 
Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim, menyampaikan bahwa program MSIB bertujuan untuk membuat mahasiswa agar siap bersaing secara global. “Tantangan utama kita dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 dan memaksimalkan bonus demografis adalah membangun SDM yang siap bersaing secara global dan untuk membangun SDM tersebut kita perlu melanjutkan gerakan Merdeka Belajar,” ucap Nadiem dalam sambutannya sekaligus membuka acara national onboarding mahasiswa MSIB secara daring pada Jumat (16/2).
 
Menteri Nadiem menegaskan bahwa program MSIB dalam empat tahun terakhir berhasil menjembatani kompetensi lulusan kampus dengan kebutuhan lapangan pekerjaan. “Berbagai hasil survey telah membuktikan bahwa mahasiswa lulusan program MSIB memiliki kapasitas berfikir dan kompetensi di atas rata-rata, memperoleh waktu tunggu kerja lebih cepat, serta gaji pertama yang signifikan dibanding lulusan lainnya,” pungkas Nadiem.

Selain Menteri Nadiem, apresiasi dan selamat juga disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati. Menurutnya, program MSIB merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mempersiapkan kompetensi mahasiswa agar siap mengarungi dunia industri “Saya ucapakan selamat kepada seluruh mahasiswa terutama mahasiswa pendidikan vokasi yang telah diterima di program MSIB angkatan keenam. Manfaatkan dengan baik program ini sehingga membentuk diri yang siap bersaing di dunia kerja,” ucap Kiki.
 
Lebih lanjut, Direktur Kiki juga menyampaikan apresiasi kepada mitra industri yang telah mendukung dan berperan pada program MSIB angkatan keenam. Khusus untuk pendidikan vokasi, konteks pembelajaran yang sangat erat dan relevan dengan industri dan dunia kerja sangat penting untuk. menentukan kompetensi lulusan mahasiswa vokasi. “Saya berharap program MSIB dapat meningkatkan kompetensi para mahasiswa, membangun jejaring kerja, dan teruslah belajar dari siapapun dan dari hal-hal yang baru yang akan kalian temui selama mengikuti program MSIB,” tambah Kiki.
 
Senada dengan Direktur Kiki, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Nizam, menyampaikan bahwa saat ini sangat penting untuk menyiapkan talenta-talenta masa depan ditengah perubahan yang sangat pesat. “Lulusan perguruan tinggi dan dunia kerja harus bergandengan agar tidak ada lagi kesenjangan antara kompetensi yang disiapkan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Nizam.

Salah satu perwakilan mitra program MSIB angkatan enam, Putri R Saragih dari PT Revolusi Cita Edukasi atau RevoU, menjelaskan bahwa dengan terlibatnya mahasiswa di program MSIB membantu adik-adik mahasiswa bekerja di lingkup kerja yang high demand. “Kami akan melakukan pengembangan secara terus-menerus guna memberikan hal yang terbaik kepada seluruh mahasiswa dan bagi kami studi independen merupakan suatu peluang yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk bisa mengembangkan diri mahasiswa di luar lingkup perkuliahan. Serta, kami percaya bahwa studi independent memiliki beberapa manfaat yang signifikan bagi para mahasiswa,” ujar Putri.

Selain Putri, perwakilan mitra MSIB angkatan enam lainnya, yang diwakili oleh Renny Dasuki berharap mahasiswa yang terpilih dapat terlibat aktif dan inisiatif selama mengikuti masa program. “Kami berharap, peserta MSIB angkatan enam ini mampu terlibat aktif, menghasilkan inisiatif yang lebih baik, berkomitmen terhadap etika dan kinerja, dan membangun hubungan kerja yang berkelanjutan,” ujar Renny.

Dampak program MSIB tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa dan mitra industri, dampak positif tersebut juga turut dirasakan oleh perguruan tinggi. Perwakilan koordinator perguruan tinggi, Universitas Muhammadiyah, Sorong, Nurinaya, merasa bangga atas pencapaian yang dihasilkan oleh mahasiswanya dengan berbagai tantangan dan hal-hal dinamis yang terjadi di lapangan. “Banyak dari mahasiswa kami yang lolos dan selesai berkegiatan kembali pulang ke tanah Papua. Setelah itu mereka menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, dan penuh dengan tanggung jawab,” tutup Nurinaya. (Penulis: Tim MBKM / Editor: Destian, Denty)
 

Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 866 kali