Dukung Program Sekolah Sehat, SEAMEO RECFON Lakukan Sosialisasi NGTS di Kota Malang  01 Maret 2024  ← Back



Malang, Kemendikbudristek Southeast Asia Ministers of Education (SEAMEO) Regional Centre for Food and Nutrition (RECFON) menyelenggarakan webinar pada hari Selasa, 27 Februari 2024 untuk menyosialisasikan Program Gizi Untuk Prestasi/Nutrition Goes to School (NGTS) untuk mendukung Program Sekolah Sehat di Kota Malang, Jawa Timur.

SEAMEO RECFON bersama dengan Universitas Brawijaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, dan Tim NGTS dari SMAN 1 Singosari membahas implementasi program NGTS yang telah dilaksanakan di Kabupaten Malang untuk kemudian dapat diadopsi dan dijadikan pembelajaran oleh Kota Malang di waktu yang akan datang. Sosialisasi ini dihadiri oleh lebih dari 50 peserta dari 26 sekolah tingkat menengah (SMP) di Kota Malang.

Program Nutrition Goes to School (NGTS) merupakan program unggulan yang berbasis sekolah serta mengedepankan sekolah untuk membangun pendidikan karakter siswa yang AWESOME (Active, Well Nourished, and Smart OF ME/Aktif, Bergizi Baik, dan Cerdas). Hal itu karena anak menghabiskan waktu yang cukup lama sekitar delapan jam atau lebih di sekolah.

Direktur SEAMEO RECFON, Herqutanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada mitra dan perwakilan sekolah yang mendukung pelaksanaan Program Sekolah Sehat (NGTS) ini. Selanjutnya, Herqutanto juga menjelaskan pentingnya dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh pihak terhadap perbaikan gizi bagi anak usia sekolah dan remaja mengingat masih banyak prevalensi anak usia sekolah dan remaja yang mengalami permasalahan gizi, seperti anemia, underweight, dan overweight.

“Kami menyadari bahwa menumbuhkan pemahaman, kebiasaan, dan praktik gizi yang baik harus ditanamkan sejak dini. Kita tau juga bahwa masih banyak masalah gizi dan kesehatan anak usia sekolah yang belum teratasi. Data dari riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2018 menyatakan bahwa 1 dari 3 anak usia sekolah menderita anemia. Kami mengharapkan peran aktif dari seluruh peserta, baik kepala sekolah, guru, maupun siswa untuk mencapai status gizi yang optimal,” ujar Herqutanto.

Herqutanto menambahkan gambaran capaian NGTS yang telah berjalan, yaitu 2.234 sekolah telah diberikan sosialisasi, 914 sekolah telah dilatih, 61 sekolah dampingan mencapai tahap penguatan, serta 23 sekolah yang sudah mandiri.

“Di Kabupaten Malang, sudah dilaksanakan kerja sama dengan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kota Malang dan FIKES Universitas Brawijaya. Dalam kerja sama tersebut, telah ada delapan sekolah dampingan; dua diantaranya telah mencapai status mandiri, dan enam lainnya masuk tahapan penguatan,” jelas Herqutanto.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana, menyebutkan bahwa program NGTS dapat berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan membentuk anak yang sehat dan berstatus gizi baik sehingga dapat membangun masa depan yang lebih baik.

“Pada prinsipnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang mendukung program ini, di mana jika kita berbicara pendidikan, itu juga berkaitan dengan gizi dan sehat. Sehat itu sehat anaknya dan sehat sekolahnya. Dengan adanya kegiatan seperti ini, harapan kami dalam membangun pendidikan, kita perlu membangun semuanya, seperti kesehatan anak dan lingkungan sekolah. Harapan kami juga ada kesinambungan program ke depannya,” ujar Suwarjana.

Selanjutnya, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Universitas Brawijaya (UB), Dian Handayani, selaku menyampaikan bahwa program NGTS merupakan program lintas sektor yang mengedepankan peran sekolah. Fokus praktik gizi yang bertujuan membentuk anak yang AWESOME merupakan pilar pelaksanaan program. Dian juga mengungkapkan pentingnya pendidikan gizi untuk perkembangan anak di masa depan.
 
“Tujuan akhir program ini tentu mewujudkan pemahaman yang baik untuk anak-anak. Program ini memiliki empat komponen utama, seperti edukasi gizi, pemanfaatan kebun sekolah, edukasi kantin sekolah, dan izin kewirausahaan. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat menyebarluaskan nilai baik serta sekolah dapat berpartisipasi dalam kegiatan NGTS,” urai Dian.

Tak ketinggalan, Staf Unit Pengembangan Masyarakat dan Kemitraan SEAMEO RECFON, Aisyah Nurcita Dewi, turut menambahkan informasi mengenai program NGTS. Melalui paparannya, Aisyah menjelaskan empat pendekatan yang digunakan dalam melaksanakan program NGTS.

“Pertama, tuntutan (demand) yang terwujud dalam menciptakan gaya hidup yang sehat, seperti pelaksanaan senam rutin. Kedua, perbekalan (supply) dengan cara memastikan tersedianya makanan sehat baik di sekolah maupun di rumah. Ketiga, kebjakan (policy) yang implementasinya berupa pembuatan kebijakan yang mendukung penerapan gaya hidup sehat baik dari dalam maupun luar sekolah.

Keempat, sistem informasi (information system) yang penerapannya menggunakan dokumentasi implementasi program sebagai pendukung keberlanjutan NGTS,” imbuh Aisyah.

Koordinator Tim NGTS SMAN 1 Singosari, Wiwik Widati, membagikan pengalaman sekolahnya dalam mengimplementasikan program NGTS di Kabupaten Malang sejak tahun 2017, ketika SEAMEO RECFON melakukan pengabdian masyarakat dan mengenalkan sekolahnya dengan program NGTS.

“Walaupun memiliki beberapa keterbatasan, SMAN 1 Singosari bertekad kuat mengikuti program NGTS melalui rangkaian pelatihan dan berkomitmen menjadi mitra SEAMEO RECFON. Selain itu, dalam mengimplementasikan Program NGTS, SMAN 1 Singosari juga bermitra dengan Poltekkes Kemenkes Malang (Polkesma), Universitas Brawijaya (UB), Puskesmas, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang,” tutur Wiwik.

Wiwik kemudian turut membagikan praktik baik beberapa tantangan serta solusinya dalam melaksanakan program NGTS di SMAN 1 Singosari. Tantangan yang dihadapi oleh sekolah antara lain, orang tua yang tidak sempat menyiapkan bekal anak, tidak stabilnya program kantin sehat, kesadaran guru yang masih belum maksimal, serta tenaga pemelihara kebun, bibit, serta pendanaan yang terbatas.

Sebagai tindak lanjut, Wiwik mengungkapkan solusi permasalahan tersebut antara lain, pengingat untuk orang tua oleh guru melalui WhatsApp Group, pengawasan langsung terhadap penjaga kantin, pengingat tanggung jawab bersama kepada semua guru, penjualan hasil kebun untuk menambah pendanaan dan bekerja sama dengan buruh harian untuk memelihara kebun. “Kiranya pelaksanaan program NGTS di Kota Malang dapat terlaksana secara optimal selaras dengan praktik baik yang telah kami lakukan,” pungkas Wiwik.

Untuk meningkatkan antusiasme dan partisipasi peserta, SEAMEO RECFON mengadakan social media challenge untuk para peserta sosialisasi. Tantangan tersebut meminta partisipasi peserta untuk mengunggah tangkapan layar aktivitas selama sosialisasi ke fitur story di akun Instagram masing-masing dan mencantumkan tanda akun @seameorecfon, @fikes.ub, dan @dikbudmalangkota. Selain itu, peserta yang mengunggah tercepat dan terunik menerima penghargaan berupa tanda mata (merchandise) dari SEAMEO RECFON. (Unit Knowledge Management and Policy Support SEAMEO RECFON / Editor: Andrew Fangidae, Stephanie, Denty A., Seni Hartono)
 
Sumber :

 


Penulis : Pengelola Siaran Pers
Editor :
Dilihat 965 kali