Kemitraan Jakarta-Berlin: Perkembangan Digitalisasi Antar Pemerintah Kota  20 Maret 2024  ← Back


 
Berlin, Kemendikbudristek – Deutsch-Indonesische Vereinigung (DIV) Berlin menyelenggarakan pertemuan bulanan bertajuk Jour Fixe pada hari Jumat, (15/3) di Restoran Nusantara Berlin. Pertemuan ini dihadiri oleh anggota-anggota DIV dan beberapa tokoh penting, antara lain mantan Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Republik Federasi Jerman tahun 2014-2017, Fauzi Bowo, dan Senate Chancellery Berlin, Thomas Keil.
 
Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Berlin, Roniyus Marjunus, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. “Kiranya lewat pertemuan ini, Satuan Kerja Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Berlin dapat terus menggandeng DIV guna menciptakan kerja sama-kerja sama di bidang kebudayaan dan pendidikan,“ ungkap Roniyus.
 
Senada dengan itu, Thomas memaparkan beberapa hubungan kerja sama antara Jakarta-Berlin yang sudah terjalin sejak 1994 dalam kerangka Sister City. Beberapa kerja sama yang menjadi fokus saat ini adalah SmartCity, modernisasi administrasi, dan inovasi. Pada tahun 2019, beberapa spesialis dari Berlin dikirimkan ke Jakarta untuk membantu digitalisasi administrasi dan inovasi SmartCity di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta.
 
Di tahun yang sama, proyek “Smart Change – Strengthening Urban Governance, Prosperity, and Innovation in Jakarta” juga telah dilaksanakan. Tujuan proyek ini adalah untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan pembangunan perkotaan berkelanjutan sehingga dapat sejalan dengan agenda Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 2030 dan Sustainable Global Goals (SDGs).  
 
Selain itu, proyek ini juga mempromosikan ekosistem kewirausahaan yang dapat menunjang perusahaan-perusahaan start up. Sebagai informasi, proyek ini didanai oleh program “Kemitraan untuk Kota Berkelanjutan” Uni Eropa.
 
Kerja sama di bidang kesenian pun tidak luput menjadi perhatian. Pada bulan Agustus 2019, sejumlah seniman berkebangsaan Jerman membuat grafiti di Terowongan Kendal, Dukuh Atas, Jakarta Pusat.
 
Dalam kesempatan yang sama, mantan Dubes RI untuk Republik Federasi Jerman, Fauzi Bowo, mengungkapkan bahwa urusan administrasi pada zamannya masih terbilang rumit. “Administrasi zaman dahulu tidak secanggih sekarang. Hari ini kita ada aplikasi bertukar pesan dan aplikasi-aplikasi lain sehingga makin efisien,” ujar mantan Guberbur DKI Jakarta itu. Maka dari itu, salah satu prioritas kerja pada saat ia menjabat adalah efisiensi dan pembaharuan administrasi.
 
Sementara itu, Ketua DIV, Albrecht von der Heyden, menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Berlin atas semua kerja sama yang sudah terjalin selama ini. Pada kesempatan itu, Albrecht juga mengucapkan selamat atas bertugasnya Atdikbud KBRI Berlin yang baru dan berharap ke depannya banyak terobosan-terobosan yang lahir dari kerja sama kedua pihak. 
 
DIV adalah sebuah platform pertukaran informasi antara Jerman dan Indonesia. Asosiasi yang didirikan pada tahun 1992 itu bertujuan untuk memperdalam pengetahuan tentang Indonesia di segala bidang dan memperkuat pemahaman tentang latar belakang budaya dan sosial antar kedua negara. DIV kerap melakukan diskusi, kunjungan ke institusi, museum, dan fasilitas penelitian.  (Adrian, Atdikbud KBRI Berlin/Editor: Rayhan Parady, Andrew Fangidae)

Sumber :

 


Penulis : pengelola web kemdikbud
Editor :
Dilihat 1899 kali