KNIU Hadiri Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional Tahun 2024  01 Maret 2024  ← Back



Jakarta, Kemendikbudristek Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) menghadiri peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional di Kantor Kedutaan Besar Bangladesh untuk Indonesia pada hari Rabu, 21 Februari 2024. Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional ini diperingati bersamaan dengan Hari Martir.

Hari Bahasa Ibu Internasional diperingati untuk mengenang peristiwa penting yang terjadi di Bangladesh pada tahun 1952. Peristiwa ini berkaitan dengan perjuangan dalam mempertahankan hak penggunaan Bahasa Bengali sebagai bahasa Ibu mayoritas penduduk Bangladesh. Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional diharapkan mampu mendorong pemahaman keberagaman bahasa, menghormati perjuangan dan pengorbanan, serta pelestarian penggunaan bahasa Ibu.

Ketua Harian KNIU, Itje Chodidjah, dalam pidatonya menyoroti bahwa peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional dapat menjadi media untuk mempromosikan kesadaran akan keanekaragaman bahasa dan budaya, serta memberikan advokasi multibahasa untuk melestarikan dan melindungi semua bahasa, “KNIU terus berupaya memberdayakan masyarakat di seluruh Nusantara melalui kebijakan dan program pendidikan yang inklusif, serta terus mempromosikan dan merefleksikan kebijakan Merdeka Belajar dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendibudristek), khususnya Episode ke-17, yaitu Revitalisasi Bahasa Daerah,” imbuh Itje, seraya menutup pidatonya dengan kutipan pernyataan “Language is power, and my mother tongue is the foundation of my identity.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar (Dubes) Bangladesh untuk Indonesia, Md. Tarikul Islam, mengatakan bahwa pada peristiwa bersejarah tanggal 21 Februari 1952, sejumlah pahlawan gerakan bahasa mendedikasikan hidup mereka untuk membangun identitas diri dan mempertahankan budaya. Bahasa merupakan elemen bawaan dari identitas masyarakat sekaligus sebagai sarana mempertahankan budaya dan memelihara pertumbuhan masyarakat.

“Nilai bahasa ibu bersifat universal di semua tempat di dunia dan telah disadari bahwa bahasa adalah bagian penting dari budaya yang membantu mengembangkan masyarakat untuk mencapai kemakmuran dan pembangunan,” ungkap Dubes Tarikul.

Senada dengan itu, Director of UNESCO Office in Jakarta, Maki Katsuno-Hayashikawa, menekankan bahwa bahasa Ibu merupakan suatu hal yang mendasari proses pemindahan pengetahuan antargenerasi. “Bahasa Ibu juga memiliki peranan yang besar di bidang pendidikan untuk memudahkan proses belajar mengajar. Selain itu, bahasa bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai cerminan kebudayaan dari bangsa itu,” pungkas Maki.

Di dalam acara Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional ini dilakukan pengibaran bendera setengah tiang, peletakan karangan bunga dan waktu hening untuk mengenang jasa para aktivis bahasa di Bangladesh. Tamu undangan yang hadir juga berkesempatan melihat gambar karya anak-anak Bangladesh mengenai peristiwa Hari Martir.

Mengakhiri acara, ditayangkan video dokumentasi sejarah perjuangan penduduk Bangladesh dalam mempertahankan bahasa Ibu mereka, kemudian ditutup dengan menyanyikan bersama lagu tema Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional yang berjudul “Amar Bhaier Rokte Rangano Ekushe February”. (Gita, Andrew Fangidae / Editor: Stephanie, Denty A., Seno Hartono)
 

Sumber :

 


Penulis : Pengelola Siaran Pers
Editor :
Dilihat 2013 kali