Stan PKW Tekun Tenun dan Kriya Tunjukkan Hasil Karya Peserta Didik Pendidikan Vokasi   16 Mei 2024  ← Back



Surakarta, 16 Mei 2024 –
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) berpartisipasi dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-44 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas). Melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek menghadirkan stan Pameran Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tekun Tenun dan Kriya yang diadakan di Pura Mangkunegaran, Surakarta, Jawa Tengah, dan berlangsung pada 15-18 Mei 2024.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati, mengungkapkan bahwa program PKW telah bekerja sama dengan Dekranas untuk memberikan pendidikan yang sangat berguna bagi masyarakat Indonesia. Dirjen Kiki menambahkan, bahwa program PKW diberikan kepada anak-anak usia sekolah yang tidak sekolah dan bekerja usia 15-25 tahun.

“Kami berharap dengan program PKW anak-anak usia sekolah yang tidak sekolah dapat menjadi wirausaha-wirausaha tangguh di pelosok negeri,” ucap Dirjen Kiki, Rabu (15/5).

Lebih lanjut, Kiki mengatakan bahwa Kemendikbudristek melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi mengedepankan 2 program besar dalam PKW yang bekerja sama dengan Dekranas yaitu Tekun Tenun dan Kriya. “Dua keterampilan tersebut kami bekalkan kepada para siswa kursus dan pelatihan di bawah naungan Direktorat Kursus dan Pelatihan yang bekerja sama dengan Dekranas serta beberapa Dekranasda yang ada kemudian memberikan modal usaha bagi para pesertanya agar mereka dapat memulai berusaha menjadi wirausaha-wirausaha muda dan mandiri di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Suharti, menyampaikan bahwa Kemendikbudristek sangat mendukung program-program kerja sama dengan Dekranas. Karena kerja sama tersebut, ucap Suharti, menjadi kesempatan bagi satuan pendidikan vokasi untuk melakukan penguatan pembelajaran yang implementatif.

“Pada kesempatan ini, kami dari Kemendikbudristek turut membuka stan untuk menunjukkan apa saja yang kami lakukan untuk penguatan terutama di bidang yang terkait dengan kriya,” ujar Sesjen Suharti.

Suharti menambahkan, bahwa setiap tahunnya Kemendikbudristek memiliki program-program pendidikan vokasi termasuk juga pendidikan kursus, melalui pendidikan di SMK, dan juga melalui pendidikan tinggi vokasi.

“Harapannya, pendidikan vokasi semakin bisa memberikan manfaat untuk anak-anak kita, dan semoga semakin banyak anak-anak Indonesia yang mau berkiprah di bidang vokasi,” kata Suharti.

SMK Turut Ambil Bagian Dalam Stan PKW Tekun Tenun dan Kriya

Pada stan PKW Tekun Tenun dan Kriya, 8 SMK yaitu SMKN 4 Kupang, SMKN 9 Surakarta, SMKN 1 Kalasan, SMKN 1 Dlinggo, SMKN 5 Yogyakarta, SMKN 2 Jepara, SMKN 5 Mataram, dan SMKN 1 Berastagi turut menampilkan hasil karya siswanya.

Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek melalui program SMK Pusat Keunggulan (PK) bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kinerja SMK. Program SMK PK berfokus pada pengembangan SDM SMK dengan paradigma baru yang terintegrasi, penguatan manajemen sekolah, dan pemutakhiran kurikulum yang berbasis pada kebutuhan dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja serta penggunaan platform digital.

Regina Br Bangun, siswi SMKN 1 Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengungkapkan bahwa dirinya sangat senang dapat berpartisipasi dalam stan PKW Tekun Tenun dan Kriya. Ia mengatakan bahwa pada pameran ini ia dapat menunjukan hasil karyanya kepada masyarakat.

“Pada pameran ini, kami menampilkan kain tenun Uis Nipes, kain tenun Beka Buluh, dan tudung adat Karo. Karena saya tertarik dengan berbagai macam motif adat Karo dan ingin menampilkannya kepada masyarakat pada pameran ini,” ujar Regina yang ini membuat usaha tenun.

Sementara itu, Muhamad Dafin Dava, siswa SMKN 2 Jepara, menampilkan kerajinan keramik dengan membuat pot bunga dan mangkuk. Dafin menambahkan, bahwa dengan Merdeka Belajar dirinya dapat meningkatkan kreativitas dirinya.

“Membuat hasil karya keramik membutuhkan waktu yang lama, pengerjaannya sangat sulit dan tidak semua orang bisa melakukannya. Hal tersebut yang membuat saya tertarik membuat hasil karya keramik,” ucap Dafin yang ini menjadi wirausaha di bidang keramik.

Sedangkan, Ade Yuningsi Missa, siswi SMKN 4 Kupang, mengatakan bahwa dirinya menampilkan kain tenun khas Nusa Tenggara Timur. Lebih lanjut, Ade mengungkapkan bahwa dirinya belajar menenun karena ingin mengikuti jejak orang tuanya.

“Saya ingin meneruskan jejak orang tua saya yang juga menenun, dan saya berharap kain tenun yang saya buat dapat diperjualbelikan, baik itu kainnya saja hingga pakaian yang dibuat menggunakan kain tenun yang saya buat,” kata Ade.

Sejak diluncurkan pada tahun 2021, program SMK PK telah dirasakan oleh 1.850 SMK dengan 1.785.872 siswa di seluruh Indonesia. Jumlah ini akan terus meningkat karena pada tahun 2024 diproyeksikan sebanyak 2.100 SMK dengan 2.402.190 siswa akan menerima manfaat program SMK PK.