Dubes RI Bicara Hubungan Indonesia-Australia di Curtin University  09 Juli 2024  ← Back



Perth, Kemendikbudristek --- Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Canberra menggelar kegiatan Ambassador Goes to Campus di Curtin University pada Jumat (5/7). Curtin University merupakan salah satu universitas terbaik yang berlokasi di Australia Barat. Dalam bidang mining dan engineering, Curtin University merupakan universitas top dengan peringkat terbaik ke-2 dunia.
 
Menurut Atdikbud KBRI Canberra, Mukhamad Najib, Ambassador Goes to Campus merupakan kegiatan yang dirancang kantor Atdikbud dengan maksud mempromosikan kerja sama pendidikan dan penelitian antara universitas di Indonesia dan Australia. Dalam kegiatan tersebut, Duta Besar (Dubes) RI untuk Australia melakukan kunjungan ke kampus, berdiskusi dengan pimpinan universitas mengenai peluang-peluang dalam pengembangan kerja sama dibidang pendidikan dan penelitian, serta menyampaikan kuliah umum untuk civitas akademika.
 
Ambassador Goes to Campus merupakan salah satu program yang dirancang untuk secara aktif mempromosikan kerja sama melalui kunjungan langsung duta besar ke kampus-kampus di Australia. Pada saat ini, Curtin University dipilih dengan melihat rekam jejak Curtin University yang baik dan dalam hal ranking termasuk yang cukup tinggi. Melalui program ini KBRI Canberra juga mengajak Curtin University untuk membuka kampus atau cabangnya di Indonesia, khususnya di Kalimantan atau Ibu Kota Nusantara,” ujar Najib.
 
Dalam kuliah umum di Curtin University, Dubes RI, Siswo Pramono, menyampaikan tema “Indonesia in Geopolitical Contention: Independent and Active Foreign Policy for Economic Development”. Kegiatan dihadiri oleh pimpinan dari berbagai universitas, utamanya universitas di Australia Barat dan Jawa Timur, pimpinan lembaga penelitian dan kebijakan di Australia Barat, serta mahasiswa dari berbagai kampus di Australia Barat.
 
Dalam paparannya, Dubes Siswo menyampaikan penjelasan mengenai filosofi politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dipegang dan dijalankan pemerintah Indonesia. Politik bebas aktif, menurutnya tidaklah sama dengan politik netral. Politik bebas aktif yang dijalankan oleh pemerintah Indonesia menurut Dubes RI, yang juga alumni Australian National University ini, adalah politik dengan tujuan untuk menjaga dan memperkuat perdamaian dunia. Pada saat yang sama, dengan politik luar negeri bebas aktif, Indonesia tidak ingin menjadi obyek dari konflik internasional.
 
Negara-negara ASEAN selama ini telah mampu menjadi teladan dalam hal keamanan dan kedamaian Kawasan. Dengan situasi yang aman dan damai itulah ASEAN dapat membangun dan mengejar ketertinggalan dari kawasan lainnya. Saat ini ASEAN sudah menjadi pusat manufaktur dunia. Indonesia, sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia, bersama ASEAN berusaha untuk menjadikan kawasan selalu aman dan damai. Fokus negara-negara ASEAN adalah ekonomi dan hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi Kawasan dari waktu ke waktu.
 
Menurut Dubes Siswo, kerja sama Indonesia dengan Australia terus tumbuh, baik dalam bidang ekonomi maupun pendidikan dan kebudayaan. Dalam konteks ekonomi, Australia Barat merupakan salah satu yang paling aktif menjalin hubungan dengan Indonesia. Banyak delegasi bisnis dari Western Australia ke Indonesia untuk melakukan kerja sama bisnis dan investasi di Indonesia. Begitu juga diharapkan dalam bidang pendidikan, akan lebih banyak lagi universitas di Indonesia yang bisa bekerja sama dengan universitas di Australia, khusunya Australia Barat.
 
Sementara Dekan Global ASEAN, Thor Kerr, menyampaikan terima kasih dan apresiasinya atas kesediaan Dubes RI berkunjung dan memberikan kuliah umum di Curtin University. Menurut Thor, Curtin University saat ini aktif menjadi co-chair dalam konsorsium antaruniversitas di Australia Barat dan Jawa Timur (Western Australia East Java University Consortium). Konsorsium tersebut, menurut Thor telah melaksanakan beberapa kegiatan, seperti konferensi bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta melakukan riset dan pengabdian masyarakat bersama. Hal ini menunjukkan semangat kerja sama antara kedua negara telah wujud dalam aksi nyata.
 
Thor juga menyampaikan bahwa Curtin University ingin mengembangkan kerja sama lebih banyak lagi dengan universitas-universitas di Indonesia. “Saya memahami, di Indonesia terdapat ribuan perguruan tinggi, peluang kerja sama sangat terbuka luas, dan tentu Curtin University siap bermitra dengan lebih banyak universitas di Indonesia,” tutup Thor yang juga dosen di School of Media, Creative Arts and Social, Curtin University ini. (Atdikbud KBRI Canberra / Editor: Stephanie, Denty A.)
 

Sumber :

 


Penulis : Pengelola Siaran Pers
Editor :
Dilihat 636 kali